
Lingga, mejaredaksi – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lingga telah merencanakan pembangunan Tugu Timah yang akan menjadi landmark baru di Dabo Singkep. Keputusan ini tidak terlepas dari sejarah Kota Dabo Singkep sebagai “Kota Timah” dimasa lalu.
Dalam rangka menggelar pembangunan tersebut, Dinas PUTR Lingga sebelumnya telah mengadakan Sayembara Desain Tugu Timah atau pembuatan landmark ikonik bertajuk “Tugu Timah”.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Lingga, Novrizal, menyatakan bahwa anggaran untuk pembangunan Tugu Timah akan diusahakan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) atau menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lingga.
“Ada beberapa opsi untuk pembangunannya, salah satunya mungkin kita minta dukungan CSR dari PT Timah. Jika itu tidak memungkinkan, kita akan pertimbangkan menggunakan APBD. Namun, untuk tahun ini, anggarannya belum kita tetapkan,” ujar Novrizal, Kamis (25/1/2024).
Saat ini, Dinas PUTR Lingga sedang fokus pada penyusunan desain teknis Tugu Timah. Menurut Novrizal, pembangunan ini akan mengikuti kearifan lokal, meskipun bentuknya secara umum akan mengacu pada desain hasil sayembara sebelumnya.
“Desainnya secara umum akan mengikuti hasil sayembara, tetapi ada penyesuaian sesuai dengan kearifan lokal kita,” tambah Novrizal.
Dalam kaitannya dengan anggaran, Novrizal menyebutkan bahwa perhitungan anggaran pembangunan Tugu Timah belum selesai dilakukan, dan jumlah anggaran masih belum dapat diungkapkan pada tahap ini.
“Makanya kita sedang melakukan perhitungan. Belum bisa kita sebutkan,” jelas Novrizal.
Terkait lokasi pembangunan Tugu Timah, Dinas PUTR akan melibatkan elemen masyarakat melalui Forum Grup Diskusi (FGD) untuk menentukan titik lokasi yang paling sesuai.
“Kita akan lakukan FGD dengan masyarakat untuk menentukan lokasi yang diinginkan, mengingat ada beberapa alternatif terkait lokasi ini. Sebagai contoh, ada yang ingin di emplasemen, ada yang menginginkan di depan Masjid Az-Zulfa,” papar Novrizal.
Partisipasi masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menentukan titik lokasi yang optimal, sehingga pembangunan Tugu Timah dapat dilakukan tanpa kontroversi.
“Kita tidak bisa memutuskan sendiri. Kita akan ajak elemen masyarakat untuk berembuk di mana titik lokasinya yang sesuai. Jadi ketika kita membangun, tidak disalahkan,” pungkas Novrizal.
Penulis: Arifandy
Editor: Panca






