Tanjungpinang, mejaredaksi – Setelah sempat dilanda kekecewaan akibat seminar nasional yang tak kunjung digelar, puluhan pelajar SMKN 2 Tanjungpinang akhirnya bisa bernapas lega. Organisasi Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) Provinsi Kepri telah mengembalikan uang yang sebelumnya dikumpulkan dari para siswa sebagai biaya pendaftaran seminar.
Ketua DPD Wimnus Kepri, Muhazzir Siagian, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pengembalian dana. Ia mengklaim keterlambatan itu terjadi karena sebagian uang siswa dibawa kabur oleh oknum internal Wimnus.
“Sudah dikembalikan semua uangnya. Sebagian memang sempat dibawa kabur oleh anggota, makanya sempat tertunda,” ujar Muhazzir, Selasa (8/7/2025).
Sebelumnya, 22 pelajar SMKN 2 Tanjungpinang melaporkan telah menjadi korban penipuan berkedok seminar, dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp4 juta. Para siswa tertarik karena dijanjikan sertifikat seminar yang diklaim dapat menunjang penerimaan ke universitas ternama dan peluang beasiswa.
Staf Kesiswaan SMKN 2, Anisa, membenarkan bahwa uang pengganti telah ditransfer ke pihak sekolah sebesar Rp5,8 juta. “Besok akan kami data ulang agar pengembalian bisa disalurkan ke semua siswa yang terdampak,” jelasnya.
Sebelum dana dikembalikan, pihak sekolah sempat beberapa kali menyurati Wimnus, namun tidak mendapatkan balasan. Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi sekolah untuk lebih selektif menerima kegiatan eksternal yang melibatkan siswa.












