Tanjungpinang, mejaredaksi – Salah satu meriam tua peninggalan Kesultanan Riau-Lingga di Benteng Bukit Kursi, Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, menjadi korban vandalisme. Coretan berwarna putih yang mencolok terlihat jelas di laras meriam yang menghadap ke laut, menodai permukaan besi.
Aksi tak bertanggung jawab itu bukan hanya merusak secara fisik, tetapi juga mencederai nilai sejarah dan budaya yang melekat pada situs tersebut. Meriam di Benteng Bukit Kursi selama ini menjadi saksi bisu masa pertahanan kerajaan Melayu Riau-Lingga yang berjaya di abad ke-18.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Nazri, menyesalkan tindakan tersebut. Ia memastikan pihaknya segera turun untuk memeriksa kondisi meriam yang dicoret itu.
“Kalau begitu ya merusak. Karena barang itu dipelihara untuk dijaga, tapi malah dirusak,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Nazri menegaskan, tindakan mencoret benda cagar budaya jelas melanggar aturan dan bisa dikenai sanksi. Saat ini, pihaknya juga akan menelusuri siapa pelaku di balik vandalisme tersebut.
“Nanti kita telusuri siapa yang coret. Sekarang Benteng Bukit Kursi memang sedang dalam proses rehabilitasi,” tambahnya.
Benteng Bukit Kursi sendiri merupakan salah satu ikon sejarah Pulau Penyengat yang menjadi destinasi wisata unggulan Kota Tanjungpinang.






