
TANJUNGPINANG, MR – Fenomena gerhana matahari cincin ternyata telah diprediksi akan terjadi kembali pada tahun 2019 oleh seorang warga Tanjungpinang, sekitar tahun 1861 atau 158 tahun silam. Prediksi fenomena gerhana matahari cincin oleh warga tersebut disampaikan Evan Akbar, Observatorium Bosscha Institut tehnologi Bandung (ITB) yang melakukan obeservasi gerhana matahari cincin di Tanjungpinang.
“Mengapa Tanjungpinang menjadi menarik terkait gerhana matahari cincin, karena secara historis pada tahun 1861, Raja Haji Ahmad, Warga Pulau Penyengat telah memprediksi gerhana matahari cincin ini akan kembali terjadi sekarang, dan prediksi Haji Ahmad tersebut terbukti benar” Kata Evan disela-sela melayani warga yang ingin melihat gerhana matahari cincin di pelataran gedung gonggong, kamis (26/12).
Evan Irawan Akbar juga mengatakan, Kota Tanjungpinang, Kepri menjadi salah satu tempat untuk paling lama durasi gerhana matahari cincin, yaitu 3 menit 36 detik.
Saat ini kondisi bulan sedang berada tepat di atas langit Tanjungpinang, sehingga bayangan gerhana matahari cincin tampak jelas.
Khusus Tanjungpinang gerhana matahari terjadi pada pukul 10.29 WIB sampai 14.30 WIB, tetapi puncak cincinnya pada pukul 12.24 WIB sampai 12.28 WIB.
Lanjutnya, pihaknya sudah menyediakan alat teleskop, teropong bintang yang dipasang filter khusus matahari, dan kacamata matahari bagi warga yang ingin mengamati fenomena langka itu di halaman gedung gonggong.
Ia turut mengimbau warga tidak melihat gerhana matahari cincin dalam kondisi mata telanjang, karena bisa menyebabkan gangguan pada penglihatan.
“Fenomena gerhana matahari cincin akan terjadi kembali 140 tahun, selain itu juga menjadi edukasi untuk anak-anak,” ujarnya.(red)







