24 Tahun Kepri, Gubernur Ansar Ziarahi Makam Pejuang Sekaligus Ingatkan PR Besar Konektivitas Antarpulau

Tanjungpinang,mejaredaksi – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura melaksanakan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti, Tanjungpinang, Kamis (24/9/2026).

Ziarah tersebut dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepri. Diawali dengan doa bersama, dilanjutkan tabur bunga di makam sejumlah tokoh yang berjasa dalam pembentukan dan pembangunan Kepri.

Ia mengatakan, perjalanan Kepri hingga mencapai usia 24 tahun tidak terlepas dari kontribusi para tokoh dan pejuang yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, serta pengabdian bagi daerah.

“Perjuangan para pendahulu harus kita jadikan semangat untuk terus membangun Kepulauan Riau. Apa yang sudah mereka perjuangkan harus kita lanjutkan dengan kerja nyata, dengan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia menegaskan, memasuki usia ke-24, Kepri masih menghadapi tantangan besar sebagai provinsi kepulauan.

Dengan wilayah yang didominasi lautan dan terdiri atas banyak pulau, pemerataan pembangunan serta konektivitas antarpulau menjadi agenda prioritas pemerintah daerah ke depan.

“Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus kita perkuat. Kita ingin pembangunan Kepri tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh kabupaten dan kota,” katanya.

Selain pemerataan pembangunan dan konektivitas, Ansar menyebut pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah serta pelestarian identitas Melayu juga menjadi agenda penting pembangunan Kepri ke depan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antara pembangunan masa kini dan sejarah daerah agar generasi muda tidak melupakan identitas dan akar sejarah Kepri.

Salah satu upaya yang didorong adalah penguatan kawasan Pulau Penyengat, serta rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa untuk memperkuat narasi sejarah Melayu dan kontribusinya terhadap perkembangan bahasa nasional.

“Sejarah harus kita rawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kita ingin anak-anak kita mengetahui siapa para pendahulunya, bagaimana perjuangan membentuk Kepri, dan apa tanggung jawab kita untuk melanjutkan perjuangan tersebut,” tutupnya.