Tanjungpinang, mejaredaksi – Antrean permintaan sambungan air bersih di PDAM Tirta Kepri terus mengular. Hingga pertengahan 2025, tercatat sebanyak 4.167 calon pelanggan masih harus bersabar karena keterbatasan infrastruktur dan kapasitas produksi perusahaan.
Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik, mengungkapkan bahwa pihaknya bahkan masih menyelesaikan pemasangan untuk daftar tunggu sejak 2017 dan 2018.
“Kami harus pastikan dulu jaringan pipa dan tekanan airnya mencukupi, agar pelanggan baru bisa benar-benar menerima air,” jelasnya, Rabu (25/6/2025).
Menurut Kholik, jika tekanan air tidak memenuhi standar, maka pelanggan baru tetap tidak akan mendapat distribusi yang layak meskipun sudah tersambung.
Selain persoalan teknis, Kholik juga menyoroti keterbatasan produksi air bersih yang hanya bersumber dari dua waduk aktif, yaitu Waduk Sungai Pulau dan Waduk Gesek.
Kondisi ini membuat PDAM harus mengatur distribusi agar pelanggan lama tetap terlayani, meski permintaan baru terus meningkat.
Sementara itu, pembangunan Waduk Kawal yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang masih dalam tahap proses pengambilan air.
“Jaraknya 22 kilometer dari instalasi kami, dan tahun lalu kami sudah mulai memasang pipa. Tahun ini masih diusahakan agar bisa segera beroperasi,” jelasnya.






