Krisis Air Bersih Meluas di Tanjungpinang Akibat Kemarau Panjang

Tanjungpinang, mejaredaksi – Musim kemarau berkepanjangan mulai menunjukkan dampak serius di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Krisis air bersih kini meluas di sejumlah wilayah, memaksa warga mengubah pola hidup hingga merogoh kocek demi memenuhi kebutuhan dasar.

Beberapa kawasan yang terdampak kekeringan antara lain Kelurahan Kampung Bugis, Senggarang, Batu 9, Jalan Batu Naga, Jalan Transito, serta Jalan Raja Haji Fisabilillah. Sumur warga yang selama ini menjadi tumpuan utama pasokan air bersih perlahan mengering seiring minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Situasi tersebut mendorong warga mengajukan permohonan bantuan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang. Kepala Pelaksana BPBD Tanjungpinang, Yamin, mengatakan pihaknya telah menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak sebagai langkah darurat penanggulangan bencana kekeringan.

“Rata-rata permintaan datang karena sumur warga sudah mulai kering. Jadi kami suplai air bersih untuk kebutuhan harian,” ujar Yamin, Senin (2/2/2026).

Tak hanya ke permukiman warga, distribusi air bersih juga dilakukan ke sejumlah kantor pemerintahan hingga rumah tahanan. Dalam sehari, BPBD mampu menyalurkan puluhan ton air, meski penggunaannya disarankan hanya untuk mandi dan mencuci.

“Airnya memang agak keruh. Kalau mau dikonsumsi, harus disaring dan dimasak terlebih dahulu,” tambahnya.

Di sisi lain, beban ekonomi mulai dirasakan warga. Sandi, warga Jalan Transito, mengaku terpaksa membeli air tangki seharga Rp60 ribu untuk mencukupi kebutuhan beberapa hari.

“Sumur sudah kering dari beberapa hari lalu. Mau tidak mau beli air, karena kebutuhan tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *