
Lingga, NR – Sebanyak 57 Desa di Kabupaten Lingga, Kepri mengikuti lomba pemanfaatan pekarangan yang di selenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) berkolaborasi dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lingga.
Ketua TP-PKK Kabupaten Lingga. Maratusholiha, turun langsug meninjau lomba yang salah satunya di Kecamatan Singkep.
Didampingi oleh Ratna Rilawati, Ketua Tim PKK Kecamatan Singkep, mereka berdua menyaksikan secara langsung potensi yang dinilai di area sekitar kantor Kecamatan Singkep pada Selasa (29/8/2023).
Maratusholiha mengungkapkan bahwa melalui lomba ini, masyarakat didorong untuk lebih proaktif dalam memanfaatkan lahan di pekarangan mereka.
“Lomba ini bertujuan untuk memupuk semangat masyarakat dalam mengoptimalkan ruang di pekarangan. Hari ini, penilaian tengah berlangsung di sejumlah kebun PKK yang tersebar di desa-desa, kelurahan, dan Kecamatan Singkep,” terang Maratusholiha.
Melalui lomba ini, Maratusholiha berharap masyarakat, terutama ibu rumah tangga, akan lebih termotivasi untuk menggunakan potensi di pekarangan mereka agar lebih bermanfaat secara ekonomis.
“Kami berharap dari HKTI Lingga dan PKK Kabupaten Lingga agar masyarakat semakin bersemangat, terutama ibu rumah tangga yang banyak beraktivitas di rumah. Harapannya, mereka dapat melihat potensi di sekitar rumah yang bisa memberikan kontribusi ekonomi bagi keluarga,” tambah Maratusholiha.
Selain itu, Maratusholiha mengapresiasi semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh desa-desa di Kabupaten Lingga dalam mengikuti lomba ini.
“Partisipasi peserta sungguh mengagumkan. Dari 75 desa di Kabupaten Lingga, sebanyak 57 desa ikut serta dalam lomba ini. Dari 9 kelurahan, 8 di antaranya turut serta, dan dari 13 kecamatan, seluruhnya ikut serta,” ungkap Maratusholiha.
Tidak hanya menonjolkan semangat persaingan, Ketua TP PKK Kabupaten Lingga menegaskan bahwa penilaian yang dilakukan oleh juri akan tetap obyektif tanpa ada campur tangan atau manipulasi.
“Dalam penilaian, beberapa kriteria telah ditetapkan dan kami memastikan bahwa penilaian ini akan berlangsung obyektif, tanpa adanya unsur subjektivitas, intervensi, atau manipulasi,” pungkas Maratusholiha.
Penulis: Arifandy
Editor: Panca






