Rumah Singgah Penunjang Kebutuhan Masyarakat yang Akan Berobat ke Luar Daerah

Gubernur Ansar Ahmad melakukan kunjungan ke salah satu warga yang berobat dan menempati rumah singgah Pemprov Kepri. (Foto: Diskominfo Kepri)

Batam, MR – Mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah, terjangkau, dan ramah adalah impian bagi masyarakat Indonesia.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merespons kebutuhan ini dengan membuka dua Rumah Singgah di Jakarta dan Kota Batam.

Sebelumnya, masyarakat Kepri harus mengeluarkan biaya besar untuk penginapan dan makanan ketika merujuk penyakit mereka ke Jakarta atau Batam.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengerti kesulitan masyarakat pulau yang mayoritas adalah nelayan dengan penghasilan terbatas. Oleh karena itu, ia menginisiasi pembangunan Rumah Singgah untuk membantu warga Kepri yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama berobat.

Rumah Singgah Raja Ahmad Engku Haji Tua di Jakarta dan Rumah Layanan Singgah Insan Kepri Sehat ‘Mahligai Keris’ di Batam kini sudah siap melayani.

“Kita sebagai pejabat diberi amanah untuk melayani masyarakat, bukan justru minta dilayani. Makanya kita pikir lebih pas keberadaan kantor Penghubung di Jakarta tersebut kita alih fungsikan menjadi rumah singgah sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat kita yang akan berobat ke Jakarta,” ujar Ansar, Senin (2/10/2023).

Rumah Singgah Raja Ahmad Engku Haji Tua di Jakarta adalah hasil renovasi dari kantor Badan Penghubung Provinsi Kepri. Lokasinya sangat strategis, dekat dengan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, tempat rujukan utama masyarakat Kepri.

Rumah Singgah ini menyediakan 12 kamar dengan 54 tempat tidur, dilengkapi dengan fasilitas modern seperti AC, kulkas mini, lemari, dan pemanas air. Seluruh layanan ini disediakan secara gratis, termasuk ambulans untuk antar-jemput pasien ke rumah sakit.

Rumah Layanan Singgah Insan Kepri Sehat

Sementara itu, Rumah Layanan Singgah Insan Kepri Sehat ‘Mahligai Keris’ di Batam menyediakan 6 kamar dengan 16 tempat tidur, dengan rencana untuk menambah jumlah tempat tidur menjadi 50 pada tahun 2024. Fasilitas antar-jemput ambulans juga disediakan untuk memudahkan pasien.

Pendaftaran untuk menggunakan fasilitas Rumah Singgah ini dapat dilakukan melalui situs web resmi mereka, https://rumsing.kepriprov.go.id. Pasien yang memenuhi kriteria tertentu, seperti tidak memiliki tempat tinggal tetap di Jakarta atau Batam dan terdaftar di rekam medis Rumah Sakit tujuan, dapat mengajukan permohonan secara online.

Inisiatif ini sejalan dengan tema Keketuaan ASEAN Indonesia Tahun 2023, “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”.

Pemerintah Kepri berupaya memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakatnya, memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut, dan menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Kesuksesan program Rumah Singgah ini bukan hanya berdampak lokal, tetapi juga meningkatkan daya saing ASEAN secara global. Dengan langkah-langkah inovatif ini, Kepri berkontribusi positif dalam pembangunan manusia di Indonesia dan ASEAN secara keseluruhan.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Kepri telah berhasil dalam mewujudkan visi pembangunan manusia yang berkelanjutan, inklusif, dan berpusat pada masyarakat. Semoga dengan adanya capaian ini, Kepri dapat terus berkontribusi positif bagi pembangunan manusia di Indonesia dan ASEAN,” ujar Ansar Ahmad.

Rilis/Editor: Rico

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *