
Tanjungpinang, mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tengah menggesa meningkatkan fasilitas Pelabuhan Berhala di Kecamatan Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Pelabuhan tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2024 yang dilaksanakan melalui proses lelang dini dana DAK Pemerintah Pusat.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Junaidi, proyek ini sudah mencapai tahap pengerjaan setelah lelang dilakukan pada akhir Desember tahun lalu.
“Proses pengerjaan telah dimulai pada Maret, dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan bahwa sekitar 60 persen fisik material sudah berada di lokasi saat peninjauan pada Senin lalu,” ujarnya.
Dalam upaya mempercepat penyelesaian, Junaidi menegaskan target rampung pembangunan pada 10 Oktober 2024, dengan semua material diharapkan berada di lokasi pada akhir Juli.
“Pengerjaan meliputi penguatan tiang dermaga, perapian jalan, dan penerangan, termasuk pemasangan 25 titik penerangan menggunakan panel tenaga surya di sekitar pelabuhan,” jelasnya.
Pelabuhan Berhala Letung diproyeksikan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Lahan seluas sekitar 3800 meter persegi di sekitar pelabuhan akan dimanfaatkan sebagai tempat penumpukan barang, serta fasilitas komersial lainnya.
Pelabuhan ini juga diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi secara lebih luas dengan menarik perusahaan migas dan kapal-kapal lainnya untuk singgah dan beroperasi di kawasan tersebut.
“Pembangunan fasilitas tambahan di Pelabuhan Berhala Letung dijadwalkan akan selesai tepat waktu, dengan Pemprov Kepri menunggu penyerahan aset dari Kementerian Perhubungan,” harapnya
Total nilai aset yang diserahkan Pemerintah Pusat kepada Pemprov Kepri untuk pembangunan pelabuhan ini mencapai Rp76 miliar.
Rilis/ Editor: Panca






