Anambas, mejaredaksi – Sebuah mobil operasional ekspedisi mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon tumbang di Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Batu Tambun, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (25/7/2026). Meski bagian depan kendaraan ringsek, pengemudi dan penumpangnya berhasil selamat tanpa mengalami luka.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.10 WIB itu menimpa minibus Daihatsu Gran Max bernomor polisi BM 8086 QN yang tengah mengantarkan barang menuju kawasan Gudang Tengah.
Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka melalui Kapolsek Siantan Iptu Dodi Setiawan menjelaskan, mobil yang dikemudikan Zainal (31) bersama rekannya Andhika Risman (23) sedang melaju menanjak dari arah RSUD Lama menuju Gudang Tengah ketika sebuah pohon tiba-tiba roboh.
“Ketika kendaraan sedang melaju menanjak, tiba-tiba sebuah pohon tumbang dan langsung menimpa bagian depan serta atap mobil,” ujar Iptu Dodi.
Benturan keras menyebabkan bagian atap, kap depan, dan kaca depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, kedua korban sempat terjebak di dalam kabin karena pintu kendaraan tidak dapat dibuka akibat tertutup batang dan dahan pohon.
Warga sekitar yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan dengan memotong dahan yang menghalangi pintu mobil. Tak lama berselang, personel Polsek Siantan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi.
Berkat kerja sama warga dan petugas, pengemudi serta penumpang berhasil dikeluarkan dari dalam kendaraan dalam keadaan selamat tanpa mengalami cedera.
Selain menimpa kendaraan, pohon tumbang juga menutup seluruh badan jalan sehingga arus lalu lintas di jalur utama penghubung Tarempa menuju Tarempa Selatan sempat lumpuh total.
Petugas kepolisian langsung melakukan pengamanan lokasi, mengatur arus kendaraan, sekaligus membantu proses pembersihan material pohon.
Sekitar pukul 14.35 WIB, sebagian batang dan dahan berhasil dipotong sehingga kendaraan roda dua mulai dapat melintas secara bergantian. Sementara mobil ekspedisi yang rusak berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.57 WIB.
Pembersihan kemudian dilanjutkan oleh personel BPBD bersama Polsek Siantan dan masyarakat hingga seluruh material pohon berhasil disingkirkan dari badan jalan.
“Evakuasi selesai dilaksanakan pada pukul 15.30 WIB. Saat ini arus lalu lintas sudah kembali normal dan situasi di lokasi dalam keadaan aman terkendali,” kata Iptu Dodi.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp15 juta, meliputi kerusakan pada bagian atap, kap depan, serta kaca depan kendaraan operasional ekspedisi.






