Tanjungpinang, mejaredaksi – Para pedagang kaki lima (PKL) yang sempat dipindahkan ke Pasar Sore Bintan Center (Bincen) Kota Tanjungpinang kembali memilih untuk berjualan di trotoar.
Keputusan ini dipicu oleh sepinya pembeli di Pasar Sore, yang membuat barang dagangan tidak laku, sehingga omzet yang didapatkan justru menurun drastis.
“Di Pasar Sore tidak ada pembeli. Kalau di trotoar, pembeli pasti datang,” ujar Subagio, salah satu pedagang yang kembali memilih berjualan di trotoar, Senin (2/11/2024).
Subagio mengungkapkan, dalam seminggu, ia merugi hingga jutaan rupiah akibat dagangannya tidak laku di pasar. Bahkan, ia terpaksa menghadapi pembusukan barang yang membuat kerugian semakin besar.
Pedagang lainnya, Lina, juga mengalami hal serupa. Ia hanya bertahan seminggu di Pasar Sore karena sepinya pengunjung.
“Kalau tidak ada yang beli, siapa yang betah berjualan di sana?” kata Lina.
Ia juga mengungkapkan bahwa, meskipun Pasar Sore memungut biaya sewa lapak murah, sebesar Rp500 ribu per bulan, tetap saja tidak ada keuntungan yang didapatkan dari penjualan yang sepi.
Pantauan di lapangan, meskipun sepanduk larangan berjualan di sepanjang trotoar Bincen masih terpasang, hal itu tidak menghentikan niat para PKL untuk berjualan di trotoar, bahkan dibawah spanduk larangan.
Penulis; Ismail | Editor: Andri






