Tanjungpinang, mejaredaksi – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura menegaskan optimismenya bahwa pertumbuhan ekonomi Kepri mampu menembus 8,1 persen hingga akhir 2025. Keyakinan itu didasari pada realisasi investasi yang telah mencapai Rp27 triliun, yang menjadi mesin utama penggerak ekonomi daerah.
“Hingga triwulan II 2025, ekonomi Kepri tumbuh 7,14 persen, tertinggi di Sumatera dan peringkat tiga nasional setelah Maluku Utara,” ujar Nyanyang di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, kekuatan ekonomi Kepri masih bertumpu pada sektor industri, manufaktur, dan ritel. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi untuk menembus target 8,1 persen dengan strategi utama di sektor investasi.
“Kami memberikan berbagai kemudahan dari sisi regulasi dan perizinan, serta insentif bagi investor dalam dan luar negeri,” jelasnya.
Selain Batam sebagai ikon investasi nasional, Pemprov juga tengah menggenjot investasi di Bintan, Karimun, Tanjungpinang, Natuna, Anambas, dan Lingga.
Masing-masing daerah dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, mulai dari kawasan industri dan data center berbasis Artificial Intelligence (AI), proyek jembatan Batam–Bintan, pelabuhan bongkar muat internasional, hingga rencana pengembangan Skytrain di Tanjungpinang.
Nyanyang juga mengungkapkan, Pemprov Kepri tengah mengusulkan agar Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun menjadi Free Trade Zone (FTZ) secara menyeluruh, sementara Natuna, Anambas, dan Lingga diarahkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Langkah-langkah ini akan memberi kepastian bagi investor dan memperluas peluang ekonomi masyarakat Kepri,” tegasnya.






