Last Flight Garuda di Bandara RHF Februari 2026, Pemprov Kepri Masih Tunggu Kepastian

Tanjungpinang, mejaredaksi – Kabar rencana penghentian layanan penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF), Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, memantik kekhawatiran baru. Bukan sekadar soal transportasi udara, keputusan ini dinilai berpotensi memengaruhi citra dan daya tarik investasi ibu kota Provinsi Kepri tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penerbangan terakhir (last flight) Garuda Indonesia rute Tanjungpinang–Jakarta dijadwalkan pada 9 Februari 2026. Selanjutnya, rute tersebut dikabarkan akan dialihkan atau diambil alih oleh maskapai Citilink.

General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, membenarkan adanya informasi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa hingga kini pihak bandara baru menerima pemberitahuan secara lisan.

“Infonya baru lisan, belum tertulis,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Setiadi mengaku belum mengetahui secara pasti alasan Garuda Indonesia menghentikan layanan di bandara satu-satunya yang berstatus internasional di Provinsi Kepulauan Riau itu. Pihaknya masih menunggu kepastian resmi dari manajemen maskapai pelat merah tersebut.

Sorotan tajam datang dari anggota DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang, Rudy Chua. Menurutnya, keberadaan Garuda Indonesia di suatu daerah kerap menjadi indikator tidak langsung terhadap tingkat aktivitas ekonomi dan kepercayaan investor.

“Garuda sering dikaitkan dengan daerah-daerah yang ekonominya maju. Ketika Garuda berhenti terbang, ini bisa mengubah persepsi investor terhadap status sebuah kota,” tegas Rudy.

Ia menyebutkan, wacana penghentian rute ini diduga kuat dipicu oleh minimnya jumlah penumpang, yang selama ini didominasi oleh aparatur sipil negara (ASN) dan pelaku bisnis. Kondisi tersebut diperparah dengan kebijakan pemangkasan anggaran perjalanan dinas, yang secara otomatis menekan jumlah penumpang Garuda.

“Kalau perjalanan dinas dikurangi, otomatis penerbangan Garuda juga ikut sepi,” tambahnya.

Rudy mengungkapkan bahwa Gubernur Kepulauan Riau telah menyurati Direktur Utama Garuda Indonesia, meminta agar rencana penghentian rute tersebut ditinjau ulang. Namun hingga kini, belum ada respons resmi dari pihak maskapai.

“Kita masih menunggu. Mudah-mudahan ada solusi terbaik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *