Tanjungpinang, mejaredaksi – Ketersediaan Minyakita di Tanjungpinang dan Bintan mulai berangsur pulih. Sebanyak 249 ribu liter Minyakita telah tiba di Kepulauan Riau dan langsung didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setelah beberapa waktu terakhir pasokan sempat terganggu akibat kendala transportasi.
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Adibapok) Tanjungpinang-Bintan, Sadmi Al-Qoyum, mengatakan masuknya pasokan tersebut merupakan hasil koordinasi antara distributor dengan Pemprov Kepri dan Pemerintah Tanjungpinang untuk mengatasi hambatan distribusi.
“Kami mengucapkan apresiasi kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kota. memang sempat terjadi kendala karena transportasi, tetapi berkat koordinasi yang dilakukan, armada pengangkut ditambah sehingga transportasi kini sudah mulai kondusif kembali. Semoga Minyakita tidak lagi mengalami kekosongan karena pasokan akan masuk secara bertahap,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Dari total 249 ribu liter yang masuk, sebanyak 81 ribu liter dialokasikan untuk Tanjungpinang, 96 ribu liter untuk Bintan, dan 72 ribu liter untuk Karimun.
Ia mengungkapkan, distribusi akan langsung dilakukan begitu seluruh barang selesai dibongkar di gudang. Para pedagang disebut telah menunggu pasokan karena stok sebelumnya sempat menipis.
“Begitu barang masuk, malam itu juga langsung kami distribusikan. Pedagang sudah menunggu karena stok memang sempat kosong. Kami bekerja ekstra agar seluruh barang yang ada segera disalurkan,” ungkapnya.
Ia menargetkan sekitar 11 ribu dus Minyakita yang baru tiba dapat selesai didistribusikan dalam waktu tiga hingga empat hari.
Untuk menjaga ketersediaan di pasaran, Adibapok juga telah menjadwalkan kedatangan pasokan berikutnya pada 15 Juli 2026 sebanyak 71 ribu liter.
“Tanggal 15 Juli nanti ada masuk lagi. Ini merupakan langkah antisipasi agar tidak terjadi kekosongan stok di masyarakat,” jelasnya.
Selain menambah pasokan, mekanisme distribusi juga diperketat. Minyakita hanya akan disalurkan kepada pedagang yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan terdaftar dalam Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH).
Setiap pedagang juga dibatasi menerima pasokan sekitar 50 hingga 75 dus per minggu agar distribusi lebih merata dan tidak terjadi penumpukan di satu tempat.
Menurutny, selama tahun 2026 rata-rata pasokan Minyakita yang masuk ke wilayah Tanjungpinang-Bintan berkisar 80 ribu hingga 100 ribu dus setiap bulan. Namun, pengiriman tidak dapat dilakukan sekaligus karena keterbatasan armada kapal dan kapasitas produksi.
Ke depan, Adibapok akan meningkatkan frekuensi pengiriman dari sebelumnya dua kali menjadi tiga kali dalam sebulan, dengan target pasokan masuk setiap pekan sebanyak 12 ribu hingga 15 ribu dus.
“Yang tadinya satu bulan masuk dua kali, sekarang kami dorong menjadi tiga kali. Targetnya setiap minggu ada pasokan sekitar 12 ribu sampai 15 ribu dus sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan Minyakita,” tutupnya.






