Kabut Asap Kiriman Sumatera Masuk Kepri, Warga Diminta Kurangi Aktivitas

Tanjungpinang,mejaredaksi – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri), termasuk Kota Tanjungpinang. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi asap dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera.

Pantauan di Tanjungpinang, Jumat (4/9/2026), kondisi udara tampak berkabut dengan warna keabu-abuan. Jarak pandang ke sejumlah kawasan juga terlihat berkurang akibat kabut asap.

Kepala Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, mengatakan asap tersebut terbawa angin dari sejumlah wilayah di Sumatera yang saat ini terdapat titik panas dan kebakaran hutan dan lahan.

“Saat ini banyak titik api di Sumatera Utara, Jambi dan ada juga di Riau. Kondisi ini membuat asap masuk ke wilayah kita (Kepri),” kata Ahmad.

Selain Tanjungpinang, kabut asap juga mulai terpantau di sejumlah wilayah Kepri, di antaranya Bintan, Lingga, Karimun dan Batam.

Meski demikian, kondisi jarak pandang di Tanjungpinang masih tergolong aman untuk aktivitas penerbangan. Berdasarkan pemantauan BMKG, jarak pandang tercatat sekitar 9.000 meter.

Namun, masyarakat tetap diminta mewaspadai dampak kualitas udara akibat kabut asap tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mohammad Bisri, mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama jika kondisi udara semakin memburuk.

“Jika kondisinya makin memburuk, gunakan masker yang lebih tebal. Agar tidak menghirup udara secara langsung,” ujarnya.

Menurut Bisri, paparan udara yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Ia menyebut kasus ISPA di Kepri mulai mengalami peningkatan.

Masyarakat yang mengalami keluhan atau gangguan pernapasan juga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Jika sudah terkena ISPA, masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar rumah agar dapat sembuh,” pungkasnya.