Tanjungpinang,mejaredaksi – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Darwin, mengungkapkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kepri sudah memiliki roadmap yang disiapkan PT PLN (Persero).
Ia mengatakan PT PLN (Persero) telah memiliki roadmap 90 titik kegiatan pada rentang 2026-2027 untuk mengisi pulau-pulau yang belum berlistrik di Kepri.
“PLN sudah punya roadmap 90 titik kegiatan yang rentang 2026-2027 untuk mengisi pulau yang belum berlistrik,” ucap Darwin, Kamis (29/10/2026).
Selain roadmap dari PLN, Darwin menyebutkan pihak swasta juga akan melakukan pembangunan PLTS skala besar. Proyek tersebut merespons permintaan dari Singapura untuk penjualan listrik lintas negara.
“Untuk swastanya sendiri ada juga yang akan dilakukan pembangunan PLTS skala besar itu merespons permintaan dari Singapura untuk energi skala besar penjualan listrik antarnegara,” ucapnya.
Ia menjelaskan pihak swasta tersebut mengincar beberapa pulau di Kepri termasuk di daerah Pulau Batam.
“Rempang yang berada di Galang, Pulau Bulan, Karimun, Sugi seperti itu,” jelasnya.
Menurut Darwin, pengembangan PLTS skala besar untuk ekspor ini paling banyak berada di daerah Batam dan Karimun karena faktor jarak dengan Singapura.
“Karena pengembangan yang diminta dari permintaan Singapura ini faktor jarak yang paling banyak Batam dan Karimun,” sebutnya.
Dari data yang ada, ada sekitar 20 titik PLTS yang diurus di wilayah Batam dan Karimun untuk proyek tersebut.
Terkait wilayah Tanjungpinang, Lingga, dan Natuna, Darwin menilai tidak memungkinkan untuk mengevakuasi daya dari jarak jauh untuk memenuhi kebutuhan ekspor tersebut.
“Maka dipilih relatif dekat yaitu Batam dan Karimun. Karena jauh, karena mengangkut daya dengan rentang yang cukup jauh itu biayanya besar,” ucapnya.
Sementara untuk Kabupaten Bintan, Darwin menuturkan ada potensi pengembangan, termasuk rencana dari pihak di kawasan Lagoi.
“Itu belum bisa kita pastikan rencananya,” pungkasnya.
Dalam paparan roadmap PLTS Kepri disebutkan total PLTS di Kepri hingga 2025 baru mencapai 45 MWp, terdiri dari Ground Mounted 10 MWp, Rooftop 25 MWp, dan Terapung 10 MWp. Padahal potensi surya Kepri mencapai 30 GW.
PLN sendiri telah menyiapkan Roadmap PLTS Ground Mounted 107 MW dengan 31 lokasi di 2026 berkapasitas 3.164 KWp dan 23 lokasi di 2027 berkapasitas 1.807 KWp untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah kepulauan.
Serta ada Pilot Project PLTS KDKMP Pulau Sembur 0,9 MW yang saat ini progres konstruksinya sudah 72,53 persen, dilengkapi BESS 1 MWh, Cold Storage 5 Ton, dan Ice Maker 4 Ton per hari.






