KEK Bintan Produksi Awal 2021 Serap Ribuan Tenaga Kerja

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan beserta Rombongan Meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Bintan (2/7/2020).

Bintn, MR– Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi  Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan Pt Bintan Alumina Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau akan mulai berproduksi pada awal 2021.

Kepastian tersebut disampaikan Luhut saat usai melakukan kunjungan kerja dan meninjau kesiapan dan progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bintan, Kamis (2/7/20).

“Ini Proyek sangat staregis, yang saya suka tadi pak Gubernur, pak Bupati sangat mendukung operasionalnya ini. Mereka progresnya akan mulai produksi tadinya pada akhir tahun tapi tertunda sedikit sampai awal tahun depan. awal tahun depan mereka (PT Bintan Alumina Indonesia) akan produksi semuanya” kata Luhut.

Luhut juga menyampaikan nilai investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Bintan akan berkembang karena cakupan produksi dari bahan bijih bouksit hingga turunannya cukup luas, seperti produksi badan pesawat hingg tekstil.

“Ini investasi sekarang ini USD 5 milyar, nanti bisa berkembang mungkin sampai USD 15 – USD 20 milyar karena luasnya itu” tambah Luhut.

Selanjutnya Luhut menjelaskan dengan nilai investasi tahap pertama USD 5 milyar, PT Bintan Alumina akan menyerap sekitar 20 ribu tenaga kerja, 500 diantaranya Tenaga kerja asing (TKA) untuk pekerjaan khusus.

“Tapi semua tenaga kerja asing itu seperti di Weda Bay (Halmahera, Maluku Utara) dan Morowali (Sulawesi Tengah) dan daerah lain, itu mengerjakan yang belum bisa kita kerjakan atau ahli dalam bidang itu, tapi pekerjaan jalan, gedung dan sebaginya hampir seluruhnya orang Indonesia” lanjut Luhut.

Terakhir luhut menyampaikan terkait isu penolakan tenaga kerja asing yang etrjadi di sejumlah daerah agar tidak di Politisir.

“Penolakan harus paham, karena dia (TKA) menciptakan lapangan kerja pada dasarnya iya kan, tadi saya tanya pak Gubernur, pak Bupati, mereka menciptakan lapangan kerja untuk anak daerah kita. Jadi jangan dipolitisasi lah, harus jernih, tapi setelah mesin-mesin yang besar, cangih jadi, anak-anak Indonesia juga yang masuk” tegas Luhut. Red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *