Tanjungpinang, mejaredaksi – Kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Kepulauan Riau kembali digelar di Ballroom Wyndham Hotel Panbil Batam, Senin (8/12/2025). Mengusung tema “Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Kepulauan Riau”, acara ini dihadiri Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Gubernur Ansar menyampaikan bahwa kolaborasi dagang kedua provinsi terus memberikan dampak signifikan.
“Alhamdulillah, nilai transaksi dari misi dagang ini mencapai Rp307 miliar. Sebagian besar berupa komoditas dari Jawa Timur yang dimanfaatkan oleh Kepri,” ujarnya.
Dari nilai tersebut, hanya sekitar Rp52 miliar merupakan transaksi komoditas unggulan Kepri ke Jawa Timur. Ansar menjelaskan hal ini wajar karena Kepri memiliki keterbatasan lahan, dengan hanya 1,9 persen wilayah daratan sehingga banyak kebutuhan pokok bergantung pada provinsi lain.
“Mulai dari beras, cabai hingga gula, Kepri banyak mengandalkan Jawa Timur yang merupakan pusat produksi pertanian dan industri nasional,” tambahnya.
Ansar menilai momentum misi dagang tahun ini sangat tepat, terlebih pasokan pangan Kepri turut terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Ia mencontohkan kebutuhan telur yang mencapai 2,5 juta butir per hari.
“Insya Allah tahun depan, 50–60 persen bisa dipenuhi dari Jaffa di Bintan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kelancaran distribusi untuk mendukung sektor pariwisata Kepri yang kembali pulih, dengan proyeksi kunjungan 1,8–2 juta wisman tahun ini.
Ansar berharap kerja sama Jatim–Kepri dapat berkembang lebih luas, termasuk sektor UMKM, UKM, dan pariwisata, agar kebutuhan dan potensi kedua daerah semakin terintegrasi.






