Kepri Ekspor 1,2 Ton Sirip Pari ke Hongkong Dengan Nilai Rp822 Juta

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad resmi melepas ekspor 1,2 ton Sirip Pari Lontar dan Sirip Pari Kupu-Kupu ke Hongkong.

Tanjungpinang, MR – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad secara resmi melepas Ekspor Produk Perikanan berupa Sirip Pari Lontar dan Sirip Pari Kupu-Kupu berjumlah 1.272 kilogram ke pasar Hongkong senilai Rp822 juta.

Adapun ekspor dilakukan oleh Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Tanjunpinang, di Gedung VIP Bandara RHF Tanjungpinang, Sabtu (11/13/2021).

Dikesempatan tersebut, Ansar meminta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri secara teknis melaksanakan tugasnya dengan mempelajari komoditi-komoditi jenis biota laut yang bisa dibudayakan agar dapat didorong ke pasar ekspor.

“Intinya dinas perikanan inventarisir produknya, pelajari jaringan pasarnya dan terus jaga kolaborasi ini dan manfaatkan maskapai penerbangan yang ada di Kepri,” ujar Ansar.

Selain itu, Ansar juga meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dibawah koordinasi Asisiten Perekonomian dan Pembangunan supaya melakukan rapat bersama dengan menginventarisir komoditi-komiditi yang dihasilkan di Kepri untuk mengekspor yang selama ini ekspornya pada jalur-jalur perantara.

“Maka, kedepan kita fasilitasi bersama-sama agar semua komoditi-komoditi ekspor yang ada di Kepri ini bisa langsung diekspor tanpa melalui perantara seperti lewat Singapura, Surabaya. Atau orang melayu bilang ‘Lembu punya susu, tapi Sapi punya nama’. Apalagi pajaknya masuk ke daerah lain,” jelas Ansar.

Dilanjutkan Ansar, komoditi yang di ekspor harus meningkat. Karena didalam dunia usaha, dalam bicaranya soal komponen over head cost supaya kuantiti ekspor bisa lebih besar.

“Dan ini tidak hanya membantu maskapai penerbangan, tapi juga membantu ekonomi masyarakat dari hulu ke hilir dan mendorong pendapatan ekspor Kepri,” sambungnya.

Selain itu, Ansar juga memberikan apresiasi kepada Balai Karantina Perikanan, PT Angkasa Pura II, PT Garuda Indonesia dan juga Bea dan Cukai yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan ekspor ini dapat dilaksanakan lebih baik.

“Terimakasih kami ucapkan kepada BKIPM Tanjungpinang dan semua elemen yang sudah bekerjasama dan yang selama ini telah membantu, membina, menjaga mutu, kualitas komoditi ekspor dari Kepri,” pungkasnya.

Kepala BKIPM Tanjungpinang, Felix Tumban Tobing mengatakan Karantina Perikanan selalu meningkatkan kualitas pelayanan publik, sebagaimana lembaga sertifikasi ikan dan pengelolaan perikanan maupun dalam hal lembaga inspeksi labotarium penguji.

Untuk Unit Pengelolaan Ikan (UPI), Kepala BKIPM Tanjungpinang melanjutkan yang bersertifikat HACCP diseluruh Kepri terkecuali Batam ada 38 UPI mulai dari Bintan, Tanjungpinang, Natuna, Karimun dan Lingga juga ekspor ke China, Singapura, Malaysia, Vietnam, Australia dan hari ini Hongkong.

“Dalam hal ini perlu kami sampaikan, kami telah implementasikan ISO 17020 2012 dalam memastikan inspeksi terhadap Unit Pengelolaan Ikan (UPI) yang menerapkan program menejamen terpadu kasi SIKPI sebagai persyarakatan ekspor berjalan sesuai dengan teknis yang prosedural,” tutupnya. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *