Aktivitas Penimbunan di Dompak Dikeluhkan, Saluran Air dari Kantor Gubernur Tersumbat

Tanjungpinang, mejaredaksi – Aktivitas penimbunan lahan di kawasan Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau menuai protes dari warga setempat. Pemilik kebun di sekitar lokasi, Muhammad Nasir, mengeluhkan saluran air dari area perkantoran menuju laut kini tersumbat, menyebabkan air meluap dan berpotensi menenggelamkan lahan miliknya.

Menurut Nasir, sejak dimulainya penimbunan tahap kedua di kawasan tersebut, gorong-gorong yang menjadi jalur utama aliran air dari kawasan Kantor Gubernur Kepri tak lagi berfungsi.

“Air dari atas itu tidak bisa keluar ke laut karena tersumbat penimbunan ini. Kami sebagai pemilik lahan merasa keberatan,” ujarnya, Kamis (6/11).

Ia menjelaskan, kebunnya seluas sekitar empat hektare itu ditanami berbagai pohon tahunan dan tanaman produktif. Sebelumnya, aliran air dari kawasan perkantoran mengalir lancar melewati lahan miliknya tanpa menimbulkan genangan.

“Kalau gorong-gorong ini tidak dibuka, kebun kami bisa banjir. Air tak bisa turun ke laut,” tambahnya.

Nasir mengaku telah sempat menemui pihak yang melakukan penimbunan. Pihak tersebut, kata dia, berjanji akan membuka kembali saluran air dan memasang gorong-gorong baru sebelum pekerjaan rampung. Namun hingga kini, janji itu belum juga ditepati.

“Saya sudah menunggu, tapi belum ada tanda-tanda pekerjaan dilanjutkan,” ungkapnya kecewa.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan meninjau kondisi lapangan agar aliran air dapat kembali normal.

“Harapan saya cuma satu, gorong-gorong yang tersumbat itu segera dibuka kembali supaya air bisa mengalir seperti semula,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *