
Tanjungpinang, mejaredaksi – Sopir truk dan Pick up di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengungkapkan keresahan akibat antre berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Antrian panjang ini terlihat di sejumlah SPBU, yakni SPBU Batu 10 di Jalan Adi Sucipto, SPBU Batu 8 di Jalan Raja Haji Fisabilillah dan SPBU Batu 7, Jalan D.I Panjaitan pada Kamis (11/7/2024).
Surya, salah seorang sopir truk, mengakui bahwa kondisi antrian panjang di SPBU sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu.
“Saya terpaksa mengantre selama empat jam untuk memperoleh solar subsidi,” kata Surya saat mengantre di SPBU Batu 8.
Menurutnya, antrian panjang hampir merata di semua SPBU di Tanjungpinang.
“Daripada habis minyak mencari SPBU, lebih baik nunggu di sini,” sebutnya.
Hal senada diutarakan oleh Erwin, seorang sopir pickup. Ia menyampaikan bahwa 30 liter solar hanya bertahan untuk beberapa hari saja.
“Paling bertahan cuma beberapa hari saja, apalagi mobilnya digunakan setiap hari,” tambahnya.
Erwin mengaku tidak tahan dengan kondisi ini dan berharap pihak Pertamina dapat menyelesaikan masalah tersebut.
“Kami berharap pemerintah bisa mengatasi hal ini agar tidak ada lagi antrian seperti ini,” harapnya.
Sementara Budi seorang sopir Pick up mengatakan, antrian panjang mendapatkan BBM solar di Tanjungpinang tidak hanya menyulitkan para sopir truk dan pickup, tetapi juga berdampak pada kelancaran distribusi barang.
“Mengantre berjam-jam kehilangan waktu berharga yang seharusnya digunakan untuk mengantarkan barang,” ujarnya.
Penulis; ismail
Editor: Panca






