
Tanjungpinang, MR – Kerusuhan adalah situasi yang berpotensi berbahaya bagi jurnalis yang mencoba meliputnya. Salah satu ancaman utama dalam situasi seperti ini adalah penggunaan gas air mata oleh pihak berwenang untuk mengendalikan masa yang anarkis.
Peristiwa kerusuhan saat pembubaran blokade warga di Rempang, Batam Kamis (7/8/2023) kemarin, banyak gas air mata yang ditembakkan aparat kepolisian yang berdampak buruk kepada kelompok warga hingga anak sekolah di sekitar lokasi.
Seorang jurnalis senior di Kepulauan Riau, Andri Mediansyah mengatakan, agar tetap aman dan efektif dalam meliput kerusuhan, seorang jurnalis perlu mematuhi beberapa tips penting.
“Keselamatan yang paling penting. Tidak ada berita seharga nyawa,” tegas Andri, Jumat (8/8/2023)
Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu jurnalis terhindar dari efek gas air mata sambil melaksanakan tugas mereka:
1. Kenali Tanda-tanda Awal
Sebelum gas air mata dilepaskan, biasanya terdapat tanda-tanda awal seperti pengumuman atau peringatan. Jurnalis harus selalu waspada terhadap tanda-tanda ini. Jika Anda mendengar peringatan atau melihat petugas keamanan bersiap-siap, segera siapkan diri Anda dan cari tempat yang lebih aman.
2. Kenakan Perlindungan
Perlindungan fisik sangat penting. Kenakan pakaian yang menutupi tubuh Anda dengan baik, seperti jaket dan topi, Selain itu, gunakan masker wajah atau pelindung mata dan oleskan pasta gigi di sekitar bawah mata. Ini akan membantu melindungi Anda dari dampak gas air mata.
3. Pelajari Cara Mengatasi Efek Gas Air Mata
Jika Anda terkena gas air mata, penting untuk tahu cara mengatasinya. Biasanya, langkah pertama adalah menjauh dari daerah yang terkena gas. Cobalah bernapas perlahan dan dalam melalui masker atau kain yang telah Anda bawa. Hindari menyentuh wajah Anda dengan tangan yang terkontaminasi.
4. Kenali Batas Anda
Jangan terlalu mendekati garis depan kerusuhan. Jurnalis memiliki tugas penting untuk melaporkan berita, tetapi keselamatan pribadi juga sangat penting. Jika situasinya menjadi terlalu berbahaya atau tidak terkendali, sebaiknya tarik diri dan cari tempat yang lebih aman untuk meliput dari kejauhan.
5. Identifikasi Rute Evakuasi
Selalu memiliki rute evakuasi yang jelas. Jika situasinya memburuk, Anda harus tahu bagaimana cara keluar dengan cepat dan aman. Berbicaralah dengan jurnalis lainnya dan tetap berkomunikasi dengan tim Anda.
6. Komunikasi dengan Tim Anda
Jangan pernah meliput kerusuhan sendirian. Selalu bekerja dalam tim atau bersama jurnalis lainnya. Selain meningkatkan keamanan, bekerja bersama memungkinkan Anda untuk saling mendukung dan berbagi informasi yang penting.
“Kerusuhan adalah situasi yang penuh risiko, dan jurnalis memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang akurat dan objektif kepada masyarakat. Namun, keselamatan selalu menjadi prioritas utama,” jelas Andri.
Penulis/ Editor: Panca






