
Tanjungpinang, MR – Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang menutup rute penerbangan tujuan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Penutupan rute dilakukan, lantaran sepi penumpang tujuan Tanjungpinang-Pekanbaru.
Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II, Muhammad Faisal menyampaikan rute penerbangan Tanjungpinang-Pekanbaru ini sudah dibuka sejak 8 Juli yang lalu. Kendati demikian, penerbangan yang menggunakan pesawat Wings Air ATR 72-600 ini hanya beroperasi melayani penumpang sebanyak 4 kali.
“Cuma 4 kali penerbangan. Penerbangan ke 5, 6, 7 itu dicancel, penumpangnya tidak sampai 50 persen,” ujar Faisal, Jumat (22/9).
Faisal menerangkan, jika penerbangan ke-5 hingga ke-7 itu dipaksakan berangkat, maka akan membuat maskapai rugi besar. Keterisian pesawat yang ditunda itu hanya kisaran 20-30 orang, padahal kapasitasnya sekitar 170 orang.
“Jadi dikasih opsi ke pengguna jasa ini, refund tiket atau diganti penerbangan dari Batam,” ungkapnya.
Selain itu, rute Tanjungpinang-Pekanbaru ditutup lantaran adanya masalah harga tiket yang kalah saing, dengan rute penerbangan yang sama. Yakni dari Bandara Hang Nadim Kota Batam.
“Tiket pesawat terbang dari Tanjungpinang ke Pekanbaru di kisaran harga Rp 1,3 juta, sementara jika dari Batam pada kisaran Rp 800 ribu rupiah,” sebutnya.
Faisal menambahkan, izin penerbangan dari Bandara RHF menuju pekan baru tidak dicabut, walaupun rutenya telah ditutup.
“Izinya tidak dicabut, sewaktu – waktu dapat terbang kembali ketika calon penumpang pesawat banyak,” pungkasnya.
Penulis: M.Ismail
Editor: Rico






