Tanjungpinang, mejaredaksi – Bantuan laptop Chromebook dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang digelontorkan untuk mendukung digitalisasi sekolah menyisakan cerita berbeda di Kota Tanjungpinang.
SMA Negeri 2 Kota Tanjungpinang, salah satu sekolah favorit di ibukota Provinsi Kepulauan Riau, ternyata hanya menerima tiga unit perangkat yang diterima sejak tahun 2021.
Kepala SMA Negeri 2 Tanjungpinang, Kariadi, mengungkapkan bahwa ketiga unit laptop tersebut masih aktif digunakan oleh para guru untuk menunjang kegiatan belajar mengajar hingga saat ini.
“Kita cuma menerima tiga unit laptop saja dari Kemendikbudristek. Masih digunakan hingga saat ini oleh guru-guru,” kata Kariadi, Senin (8/9/2025).
Kariadi menyadari bahwa banyak sekolah lain, baik setingkat SMA maupun SMP, menerima bantuan dengan jumlah yang jauh lebih besar. Namun, ia bersyukur karena bantuan yang ada tetap mampu mendukung proses pembelajaran, terutama saat masa transisi ke pembelajaran daring.
“Sekolah lain pasti ada dapat, bahkan dengan jumlah yang lebih banyak. Tapi, kami tetap memanfaatkan yang ada secara maksimal,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, menjelaskan bahwa laptop Chromebook memang digunakan untuk mendukung pembelajaran daring selama pandemi Covid-19.
“Laptop chromebook itu digunakan waktu jaman covid. Ada yang digunakan siswa, ada yang digunakan guru saat pembelajaran,” pungkasnya.






