
Bintan, MR – Otak-otak, kuliner dengan ciri khas dibungkus daun kelapa, merupakan makanan, jajanan yang sudah tidak asing bagi masyarakat Kepulauan Riau.
Makanan ini mudah ditemukan di wilayah Kepri, namun ada satu wilayah di Kepri, tepatnya di Kabupaten Bintan yang menjadi sentral penjualan otak-otak, yaitu Kampung Otak-otak Sungai Enam di Kecamatan Bintan Timur.
Berburu kuliner otak-otak di Sungai Enam bukan tanpa alasan bagi wisatawan lokal. Selain rasanya yang lezat serta, di Kampung otak-otak Sungai Enam bisa ditemukan jenis otak-otak yang tidak bisa ditemukan di tempat lain yaitu otak-otak tulang.
“Otak-otak tulang adanya di sini aja. Strukturnya beda sama kayak biasanya, seperti ikan yang tidak ada tulang dan jenis sotong,” ujar Roman, satu di antara pedagang otak-otak di Kampung Sei Enam Laut, Minggu (11/6/2023).

Otak-otak tulang juga dibungkus dengan daun kepala, sama layaknya dengan otak-otak jenis lain. Namun, otak-otak tulang hanya berisikan rempah rempah yang sudah di racik, serta daging dan tulang ikan.
Otak-otak tulang, memiliki rasa yang cukup pedas dan sangat menggugah selera. Jadi tidak heran, otak-otak jenis ini jadi incaran para pengunjung yang suka pedas.
“Tidak tulang saja. Tapi juga berisikan daging ikannya tenggiri, kemudian ditambah rempah-rempah yang sudah kita racik. Rasanya sangat pedas, jadi punya tantangan tersendiri,” jelas Roman.
Otak-otak tulang, kata Roman harus dibakar menggunakan arang selama kurang lebih 10 menit. Sebab, otak-otak ini memiliki tekstur yang berair, berbeda dengan otak-otak jenis lain.
Untuk harganya, otak-otak tulang dijual senilai Rp. 1500 per keping. Sementara otak-otak sotong dijual Rp. 2 ribu per keping, kemudian jenis ikan biasa juga dijual Rp. 1.500 per kepingnya.
Lezatnya rasa pedas otak-otak tulang di Kampung Sei Enam ini turut diakui oleh Harun, seorang wisatawan asal Kota Batam. Menurut Harun, rasa otak-otak tulang khas Sei Enam sangat pedas, dengan rasa yang kaya akan rempah-rempah.
“Rasanya mantab, di tempat saya (Batam) tidak ada rasanya seperti ini. Sengaja datang ke Kijang untuk rasa otak otaknya,” ungkap Harun saat menyantap otak-otak tulang di Sei Enam.
Penulis: Ismail
Editor: Syaifullah











