
Tanjungpinang, mejaredaksi – Puluhan Mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tanjungpinang dan Bintan melakukan unjuk rasa, tolak kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera.
Demo penolakan kebijakan Tapera ini berlangsung di halaman Kantor DPRD Kepri, Dompak Tanjungpinang, Jumat (14/6) siang.
Selain Tapera, puluhan mahasiswa itu turut menolak adanya upaya Revisi Undang-Undang (RUU) Penyiaran yang dilakukan oleh DPR RI.
“Kami harap perwakilan anggota DPRD agar segera turun mendengar aspirasi kami, karna masyarakat hari ini tertindas akibat ulah kebijakan mereka,” ujar Ketua Umum HMI Tanjungpinang-Bintan, Bagus Wahyudi.
Bagus menyampaikan, HMI sangat menolak adanya PP nomor 21 tahun 2024 tentang penyelenggaraan tabungan perumahan rakyat.
Selain itu, pihaknya turut mendesak DPR meninjau kembali RUU penyiaran karena pasal pasal nya bertentangan dengan prinsip demokrasi.
“Menolak RUU TNI yang berpotensi menghidupkan kembali dwi fungsi abri. Serta menolak RUU Polri karena bertentangan dengan HAM, kebebasan berekspresi dan privasi serta prinsip demokrasi,” tegasnya.
Jika tuntutan tersebut tidak didengar para Anggota DPRD Kepri, HMI tidak segan-segan untuk kembali melakukan unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak.
Unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa ini pun disambut oleh anggota DPRD Fraksi Nasdem Harry Yanto.
“Tuntutan adek adek mahasiswa kami terima, nanti akan kami teruskan kepada pimpinan DPRD,” pungkasnya
Penulis: Ismail
Editor: Syaiful












