Tanjungpinang, mejaredaksi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri memperketat pengawasan dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang. Langkah ini diambil untuk menjamin kebersihan dapur dan kualitas makanan yang dikonsumsi pelajar.
Kepala Dinkes Kepri, Bisri, menyatakan bahwa pengawasan difokuskan pada kebersihan lingkungan dapur dan pengelolaan makanan.
“Kami memastikan dapur bebas dari tikus dan sampah untuk mencegah potensi keracunan. Kebersihan dapur sangat penting,” ujar Bisri, Rabu (8/1/2025).
Dapur tersebut digunakan untuk memasak dan mengemas MBG yang diberikan kepada pelajar di dua sekolah di Tanjungpinang sejak Senin lalu. Makanan senilai Rp10 ribu per porsi ini dipastikan memenuhi standar gizi sesuai arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Selain memenuhi standar gizi, pekerja harus menggunakan masker dan penutup kepala selama proses pengolahan makanan,” tambahnya.
Program MBG ini dianggap solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pelajar.
“Gizi yang disediakan dalam MBG sangat baik, mencakup kalori dan protein yang dibutuhkan anak-anak. Ini jauh lebih sehat dibanding bekal makanan yang sering hanya mengutamakan rasa,” ungkap Bisri.
Untuk mendukung keberlanjutan program ini, yayasan penyedia MBG memaksimalkan bahan makanan dari sumber lokal di Tanjungpinang. Pengelolaan waktu antara pengemasan hingga pengantaran ke sekolah juga menjadi perhatian agar makanan tetap segar.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus memberdayakan sumber daya lokal.
Penulis: Ismail | Editor: Andri






