Dinsos Kepri Keluhkan Kurangnya Koordinasi dengan Kemensos soal Penerima Bansos yang Terlibat Judi Online

Tanjungpinang, mejaredaksi – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengungkapkan tidak memiliki akses data terkait penerima bantuan sosial (bansos) di daerahnya yang terindikasi terlibat judi online. Hal ini menyusul temuan Kementerian Sosial (Kemensos) terkait 517 ribu rekening penerima bansos yang tercatat di situs judi online.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kepri, Irwanto, menyayangkan kurangnya koordinasi dari Kemensos. Menurutnya, pendataan bansos seperti Program Sembako (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah pusat tanpa melibatkan dinas sosial daerah.

“Kami tidak pernah menerima konfirmasi dari Kemensos soal data penerima bansos di Kepri. Bahkan data yang kami miliki, kami kumpulkan sendiri,” kata Irwanto, Kamis (10/7/2025).

Irwanto menilai, lemahnya pelibatan daerah dalam proses verifikasi dan pendataan menjadi celah dalam pengawasan distribusi bansos.

“Itu kelemahan Kemensos. Harusnya kami di daerah dilibatkan dalam pendataan agar lebih akurat dan tepat sasaran,” tegasnya.

Dinsos Kepri mencatat sendiri bahwa saat ini terdapat 48.917 keluarga penerima PKH dan 63.495 keluarga penerima BPNT di Kepri. Jumlah terbesar berada di Batam, disusul Tanjungpinang dan Karimun.

Meski tidak memiliki data siapa saja yang terlibat judi online, Irwanto mengatakan pihaknya sering menerima keluhan dari masyarakat ketika bantuan diputus oleh Kemensos tanpa pemberitahuan ke daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *