Distribusi Sembako Macet dari Batam, Distributor Datangi DPRD Kepri Minta Solusi Cepat

Tanjungpinang, mejaredaksi – Distributor dan pedagang bahan pokok di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mendatangi DPRD Provinsi Kepri untuk menyuarakan kekhawatiran mereka terkait pengetatan pengiriman sembako dari Kota Batam. Masalah distribusi ini membuat pasokan bahan pokok di Tanjungpinang mulai menipis, bahkan sebagian barang sudah sulit ditemukan.

Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua, menilai kebijakan pengetatan yang diterapkan Bea dan Cukai Batam menjadi salah satu pemicu kelangkaan tersebut. Ia mengingatkan bahwa kondisi ini berpotensi berlanjut hingga Natal dan Tahun Baru jika tidak segera ditangani.

“Kita khawatir kondisi ini terus terjadi sampai Nataru karena adanya pembatasan dari Batam,” ujar Rudy Chua, Rabu (10/12/2025).

Rudy berharap pemerintah pusat memberikan kelonggaran khusus bagi bahan pokok produksi dalam negeri yang dikirim melalui Batam namun mengalami kesulitan saat keluar menuju daerah lain di Kepri.

“Harapan kami kondisi ini segera teratasi menjelang Nataru, khusus untuk bahan pokok produksi dalam negeri,” tambahnya.

Plt Kepala Disperindag Kepri, Riki Rionaldi, menegaskan bahwa Pemprov Kepri tidak tinggal diam. Pemerintah akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mencari diskresi dan solusi permanen atas masalah distribusi yang sudah berlangsung beberapa pekan terakhir.

Menurut Riki, kelangkaan bahan pokok terjadi bukan hanya karena aturan pengetatan, tetapi juga dipengaruhi faktor lain seperti gangguan distribusi akibat bencana alam.

“Nanti kita akan temui kementerian untuk membahas persoalan ini, agar kelangkaan ini tidak terjadi di kemudian hari,” tegasnya.

Dalam forum audiensi, para distributor mengungkapkan bahwa hambatan membawa barang dari Batam menuju Tanjungpinang dan Bintan membuat usaha mereka terganggu serius.

“Kami datang ke sini untuk mencari solusi. Kondisi ini membuat distribusi ke Tanjungpinang dan Bintan sangat terhambat,” keluh salah satu distributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *