Ekspor Kelapa ke Malaysia Picu Lonjakan Harga Santan di Tanjungpinang

Tanjungpinang, mejaredaksi – Harga santan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Ekspor kelapa bulat ke Malaysia disebut sebagai salah satu penyebab utama melonjaknya harga bahan masakan ini.

Saat ini, harga santan di pasaran mencapai Rp30 hingga Rp35 ribu per kilogram, naik drastis dari harga normal Rp20 hingga Rp22 ribu per kilogram.

Novri, seorang pedagang santan di kawasan Batu 10, mengungkapkan kenaikan ini dipicu oleh mahalnya harga kelapa bulat.

“Kalau dulu kelapa bulat Rp4 ribu per buah, sekarang sudah Rp8 ribu. Itu bikin harga santan ikut naik. Saya jual Rp30 ribu per kilogram, padahal biasanya hanya Rp20 ribu,” ujar Novri pada Selasa (14/1/2024).

Hal serupa diakui Bambang, pedagang santan di Jalan Kuantan. Ia bahkan menjual santan dengan harga Rp35 ribu per kilogram karena tingginya biaya bahan baku.

“Walaupun mahal, pembeli tetap ada. Tapi kami sebagai pedagang tetap merasa berat,” tuturnya.

Lonjakan harga santan ini juga berdampak pada pedagang makanan di Tanjungpinang. Mereka harus menambah modal untuk memenuhi kebutuhan bahan masakan.

Pedagang berharap, Ekspor kelapa bulat ke Malaysia dapat diimbangi dengan pasokan lokal yang memadai agar harga tetap stabil.

Para pedagang juga memperkirakan harga santan akan terus merangkak naik, seiring tingginya permintaan saat momen Ramadan dan Idul Fitri 2025.

Penulis: Ismail     |      Editor: Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *