
Tanjungpinang, MR – Proses migrasi TV analog ke TV digital di Provinsi Kepulauan Riau terus berjalan. Terlebih, empat kabupaten/kota di Kepri diantaranya, Kota Batam, Tanjungpinang, dan Karimun masuk dalam pelaksanaan Analog Switch Off (ASO) tahap 1 pada 31 April 2022 lalu.
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kepri, mengatakan sebanyak 31.815 unit Set TOb Box dibagikan secara gratis bagi masyarakat yang kurang mampu dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS ) Kementerian Sosial.
“Penyaluran STB tersebut diserahkan kepada penyelenggara multiplexing (MUX) yang ada di Kepri,” ungkapnya, Rabu (7/6/2022).
Ia menjelaskan, di Kepri sendiri terdapat 4 penyelenggara multiplexing (MUX) swasta. Yakni, TVRI, SCTV, Trans TV, dan RCTI. Menurut Hengky, hingga kini proses penyaluran STB kepada rumah tangga miskin di Kepri terus berjalan.
Sesuai dengan mekanisme yang dilaksanakan masing-masing penyelenggara MUX.
“Dari keempat penyelenggara MUX ada yang langsung menyerahkan, ada pula yang penyaluran nya melalui PT Pos Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tanjungpinang, Ruli Friady, mengatakan kota Tanjungpinang masuk tahap satu penghentian siaran televisi analog dan beralih sepenuhnya ke siaran digital.
Dari data yang tercatat, jumlah penerima STB di Tanjungpinang sebanyak 6.088 rumah tangga miskin. Tahap pertama penyaluran STB diberikan kepada 683 RTS di tiga kelurahan di Tanjungpinang yakni Tanjungpinang kota, Senggarang, dan Air Raja.
Kemudian dilanjutkan di wilayah kelurahan lainya. Sedangkan, untuk teknis penyaluran diserahkan kepada keempat penyelenggara MUX swasta yang telah ditunjuk.
“Pemda provinsi, kota dan kabupaten mengkoordinir terkait data penerima dan apa saja yang perlu dibantu untuk menyukseskan implementasi ASO. Prinsipnya, kita siap membantu,” tambah Ruli.
Kepala Diskominfo Provinsi Kepri, Hasan, berharap pemerintah kota dan kabupaten sama-sama membantu menyukseskan migrasi dari TV analog ke TV digital melalui penyebaran informasi di kanal informasi yang dimiliki pemda.
“Sosialiasikan ini di akun media sosial bapak ibu, Jadi masyarakat bisa memahami pentingnya migrasi dari TV analog ke TV digital,” ujarnya.
Terkait teknis penyalurannya, kata Hasan, yang penting pihak penyelenggara terus melakukan koordinasi ke provinsi, kabupaten dan kota, baik terkait data hingga hambatan apa yang dihadapi, sehingga kita bisa membantu.
“Harapan saya, saling koordinasi, apa kira-kira yang dapat kami dukung dan dorong untuk mensukseskan migrasi TV dari analog ke digital. Silakan sampaikan ke kami, kita siap membantu dan memfasilitasikan,” demikian Hasan. (Ism)







