Tanjungpinang, mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) mulai mempercepat realisasi sejumlah proyek prioritas tahun 2026.
Dalam waktu dekat, empat paket strategis akan memasuki proses pengadaan, sedangkan rehabilitasi Gedung RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) telah lebih dahulu dikerjakan.
Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, menyebut tiga paket infrastruktur jalan menjadi prioritas untuk dilelang pada pekan ini.
Ketiganya meliputi peningkatan Jalan Batu Inyodong di Kabupaten Kepulauan Anambas, pembangunan jalan yang didanai melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Migas, serta peningkatan ruas jalan di kawasan Sagulung, Batam.
“Ketiga paket jalan itu kami targetkan mulai masuk proses lelang pekan ini,” ujar Rodi, Kamis (16/7/2026).
Berbeda dengan tiga proyek tersebut, pembangunan Rumah Sakit Provinsi Kepri masih menunggu rampungnya evaluasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Review dari BPKP diperkirakan selesai dalam satu hingga dua minggu. Setelah itu baru kami lanjutkan ke tahap lelang,” katanya.
Selain proyek-proyek tersebut, PUPP juga melanjutkan pembangunan Gurindam 12, penataan kawasan Dompak, pembangunan Tugu Bahasa, hingga fasilitas poliklinik.
Di sektor kesehatan, renovasi Gedung RSUD Raja Ahmad Tabib resmi dimulai sejak 3 Juli dan ditargetkan selesai pada 29 Desember 2026. Proyek senilai Rp19,98 miliar itu dibiayai melalui skema pinjaman daerah.
Menurut Rodi, pekerjaan difokuskan pada pembaruan interior gedung, perbaikan plafon, toilet, sistem pendingin udara, ramp, dan teras lobi.
“Porsi pekerjaan terbesar berada di lantai satu karena hampir separuh anggaran digunakan untuk pemasangan AC sentral,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD RAT, Bambang Utoyo, mengatakan pelayanan rumah sakit tetap berlangsung selama proses renovasi dengan menerapkan sistem buka-tutup ruangan secara bertahap.
“Prioritas pekerjaan berada di lantai satu dan ruang operasi lantai tiga agar kualitas pelayanan kepada pasien semakin baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengaturan ruang rawat inap dilakukan secara bergilir di lantai lima hingga delapan agar aktivitas pelayanan tidak terganggu.
Tahap berikutnya akan dilanjutkan pada ruang perawatan di lantai dua, tiga, dan empat yang nantinya terintegrasi dengan pembangunan poliklinik.






