GPM Jadi Penyangga Harga Pangan Jelang Ramadan, Warga Tanjungpinang Rela Antre Demi Sembako Murah

EkBis, Kepri, Pemerintahan106 Dilihat

Tanjungpinang, mejaredaksi – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Taman Batu 10, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (9/2/2026), menjadi magnet warga di tengah naik-turunnya harga bahan pokok jelang Ramadan. Sejak pagi, masyarakat tampak memadati lokasi untuk mendapatkan beras dan minyak goreng dengan harga terjangkau.

Pantauan di lapangan, antrean mengular di sejumlah stan, terutama yang menjual beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita. Meski harus menunggu cukup lama, warga tetap bertahan demi selisih harga yang dinilai signifikan dibandingkan pasar.

Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP dijual seharga Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram, sementara Minyakita dibanderol Rp15 ribu per paket. Harga ini berada di bawah rata-rata harga pasar di Tanjungpinang.

Salah seorang warga, Heni, mengaku sengaja datang hanya untuk membeli dua komoditas tersebut. Menurutnya, GPM menjadi solusi nyata bagi ibu rumah tangga dalam menekan pengeluaran harian.

“Kegiatan seperti ini sangat membantu, apalagi harga di pasar sekarang sudah mulai naik. Selisihnya bisa tiga sampai empat ribu rupiah,” ujarnya.

Heni menambahkan, beras SPHP dan Minyakita dari Bulog menjadi incaran utama karena kualitasnya dinilai baik dengan harga yang lebih ramah di kantong.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa GPM merupakan langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu daya beli masyarakat menjelang bulan suci Ramadan 2026.

Menurut Ansar, melalui GPM masyarakat diharapkan dapat mengatur kebutuhan rumah tangga dengan lebih bijak di tengah potensi lonjakan harga bahan pokok.

“Kami minta masyarakat tetap berhemat. Bukan berarti tidak makan, tetapi secukupnya dan sesuai kebutuhan,” kata Ansar.

Ia juga memastikan kegiatan serupa akan terus didorong di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi pangan di Kepulauan Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *