Tanjungpinang,mejaredaksi – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri),Ansar Ahmad menyampaikan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Dompak, Tanjungpinang saat melakukan pertemuan dengan Kementerian Sosial.
Ia mengatakan, saat ini terdapat empat proyek Sekolah Rakyat yang telah melengkapi seluruh persyaratan administrasi.
Namun proses pembangunan masih tertunda karena lelang proyek sebelumnya dinyatakan gagal.
“Kalau Sekolah Rakyat yang sudah itu kan tiga, tahun ini empat. Kemarin informasinya gagal lelang karena tidak ada yang memasukkan penawaran,”ujarnya, Rabu (06/5/2026).
Menurutnya, salah satu penyebab minimnya peserta lelang diduga akibat eskalasi harga material dan biaya operasional yang dipengaruhi kenaikan BBM dan faktor lainnya.
Karena itu, Pemerintah Kepri meminta Kemensos dan Kementerian PU melakukan penyesuaian nilai proyek agar proses pembangunan dapat segera berjalan.
“Maka kita sarankan ke Pak Menteri kalau bisa dilakukan penyesuaian lagi melalui Kementerian PU supaya bisa dibangun dulu,” katanya.
Ia menegaskan seluruh persyaratan pembangunan empat Sekolah Rakyat tersebut telah lengkap dan kini tinggal menunggu proses lelang ulang.
Selain itu, Pemprov Kepri juga menyerahkan komitmen lahan seluas 10 hektare yang berada di depan Universitas Maritim Raja Ali Haji untuk pembangunan Sekolah Rakyat tingkat provinsi.
“Kita juga menyerahkan komitmen 10 hektare di depan UMRAH untuk Sekolah Rakyat tingkat provinsi. Mudah-mudahan tahun depan bisa dibangun,” tambahnya.












