
Tanjungpinang, mejaredaksi – Dalam upaya menyelaraskan Prosedur Tetap (Protap) TNI dan Polri dengan rencana penanggulangan bencana yang disusun oleh Pemerintah Daerah, Komando Resor Militer 033/Wira Pratama (Korem 033/WP) menggelar Latihan Posko I dan Latihan Lapangan Penanggulangan Bencana Tahun 2024.
Latihan dibuka dengan Apel Siaga Bencana yang dipimpin oleh Panglima Kodam I Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Mochammad Hasan.
Apel ini diawali dengan pemeriksaan pasukan yang didampingi oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Watuseke di Pelataran Tugu Sirih, Tanjungpinang.
Latihan tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari beberapa kompi TNI, Polri, serta unsur Pemerintah Daerah termasuk BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan Tagana.
Dalam amanatnya, Panglima Kodam I/BB, Mayjen TNI Mochammad Hasan, menegaskan pentingnya latihan ini untuk meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana.
“Latihan ini meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar semua elemen, sehingga respons cepat dalam penanggulangan bencana dapat terwujud,” ujar Hasan.
Ia juga menekankan bahwa keselarasan protap sangat penting untuk efisiensi dan efektivitas penanggulangan bencana.
“Dengan integrasi dan koordinasi yang baik, keberhasilan penanggulangan bencana dapat tercapai. Saya ingin menekankan semangat dan motivasi para peserta untuk berperan secara proporsional dan profesional,” tambahnya.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan bahwa latihan ini akan meningkatkan koordinasi dan integrasi antar elemen dalam penanggulangan bencana, terutama di wilayah kepulauan yang rawan bencana.
“Dengan kerjasama dan kesiapsiagaan, kita bisa menanggulangi bencana dengan baik,” katanya.
Ansar juga menekankan pentingnya evaluasi dan edukasi dalam penanggulangan bencana.
“Harapan kita semoga bencana tidak terjadi di Kepri. Kita juga mendorong Tagana masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi tentang antisipasi bencana,” pungkasnya.
Penulis/Editor: Andri












