Tanjungpinang, mejaredaksi – Dukungan terhadap pengembangan Gunung Daik di Kabupaten Lingga sebagai geopark sekaligus calon warisan dunia terus menguat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menilai Gunung Daik memiliki nilai sejarah, budaya, dan peradaban Melayu yang sangat kuat, sehingga layak diangkat ke panggung internasional.
Anggota DPRD Kepri daerah pemilihan Lingga–Bintan, Hanafi Ekra, menyebut Gunung Daik bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan simbol penting dalam sejarah pelayaran dan kebudayaan Melayu di Kepulauan Riau.
“Sejak dulu Gunung Daik menjadi pedoman bagi pelaut. Orang yang berlayar ke selatan dan timur menjadikan gunung ini sebagai petunjuk arah,” ujar Hanafi, Minggu (25/1/2026).
Lebih jauh, Gunung Daik juga tercatat dalam berbagai peristiwa sejarah penting, salah satunya saat pelarian Sultan Mahmud Syah dari Melaka akibat tekanan Portugis. Peran tersebut menjadikan Gunung Daik bukan hanya penanda geografis, tetapi juga saksi perjalanan peradaban Melayu.
“Artinya Gunung Daik ini sarat nilai sejarah dan memiliki makna besar bagi identitas budaya kita,” tambahnya.
Menuju Warisan Dunia, Perlu Kajian Komprehensif
Hanafi menegaskan, upaya menjadikan Gunung Daik sebagai warisan dunia membutuhkan proses panjang dan kajian lintas disiplin, mulai dari aspek sejarah, sosiologi, budaya, hingga lingkungan.
“Langkahnya memang panjang. Harus ada kajian mendalam dan data yang kuat. Kalau semuanya bisa dikumpulkan, tentu ini bisa kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Menurutnya, jika Gunung Daik berhasil masuk dalam daftar warisan dunia, maka Kepulauan Riau akan memiliki ikon pariwisata berkelas internasional selain Pulau Penyengat yang telah lebih dulu dikenal luas.
Saat ini, Gunung Daik telah menjadi magnet wisata baru, khususnya bagi wisatawan mancanegara dari Malaysia serta para pendaki dari berbagai daerah di Indonesia. Keindahan lanskap alam berpadu dengan nilai historis menjadi daya tarik tersendiri.
“Banyak wisatawan Malaysia dan pendaki Nusantara datang. Karena itu masyarakat Lingga juga harus ikut membantu mempromosikan Gunung Daik,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan mampu mempercepat terwujudnya Gunung Daik sebagai geopark dan warisan dunia, sekaligus mengangkat perekonomian daerah berbasis pariwisata berkelanjutan.







