
Tanjungpinang, mejaredaksi – UPTD Palang Merah Indonesia (PMI) Tanjungpinang menyatakan, membutuhkan lebih banyak stok kantong darah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.
Dalam sehari, setidaknya kebutuhan darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di Tanjungpinang sebanyak 15 sampai 20 kantong.
Jumlah kebutuhan ini jauh lebih tinggi dibandingkan ketersediaan darah yang dimiliki oleh PMI Tanjungpinang.
“Kalau ketersediaan darah kita sekarang itu cuma ada 15 kantong, itupun dari kegiatan donor darah pada minggu lalu,” kata Kepala UPTD PMI Tanjungpinang Dr. Rowin, Rabu (22/5).
Rowin menyampaikan, stok darah PMI Tanjungpinang terbantu dengan adanya kegiatan donor darah yang, diselenggarakan dari berbagai instansi maupun organisasi masyarakat.
“Sekarang masyarakat Kota Tanjungpinang sudah memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk mendonorkan darah, termasuk dengan berbagai kegiatan donor darah yang banyak diselenggarakan,” ungkapnya.
Dalam memenuhi kebutuhan darah, kata Rowin PMI Tanjungpinang selalu berkoordinasi dengan pihak lain maupun komunitas-komunitas lain yang bisa memberikan stok darah.
“Jadi siapapun yang mau mendonorkan darah kami siap untuk membantu, dan tidak ada pungutan biaya lain,” tambahnya.
Ia menambahkan, selama ini stok darah yang paling sulit untuk didapat adalah kebutuhan trombosit. Hal tersebut dikarenakan trombosit harus diberikan maksimal enam jam setelah donor.
“Jadi trombosit itu memang harus donor yang baru, maksimal enam jam,” pungkasnya.
Penulis: Ismail
Editor: Syaiful












