
Tanjungpinang, mejaredaksi – Kenaikan harga emas kini terjadi di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Hal ini, membuat warga lebih memilih menjual emas, ketimbang membeli.
Pemilik salah satu toko emas di Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang, Nasrul mengatakan saat ini harga emas memang tidak stabil. Kondisi ini, kata dia sudah terjadi sejak dua pekan yang lalu.
Ia merincikan, harga emas 24 karat yang ia jual senilai Rp.989 ribu per gramnya. Kemudian, harga emas 23 karat senilai Rp.800 dan emas 22 karat senilai Rp.600 ribu per gram.
“Harga emas tidak stabil. Ada turun dan naik. Saat ini sedang naik, dan diposisi yang agak tinggi,” ujar Nasrul, Rabu (29/11).
Menurutnya, kenaikan harga emas dipicu dengan adanya peperangan di eropa, yakni antara Negara Rusia dan Ukraina. Kenaikan harga emas juga bukan hanya terjadi di Tanjungpinang saja.
“Akibat peperangan antara rusia dan ukraina. Mereka yang menentukan harganya. Kurangan tau kondisi seperti ini sampai kapan,” tambahnya.
Kenaikan harga emas, sambung Nasrul membuat tokonya dipenuhi pengunjung. Namun, para pengunjung bukannya datang untuk membeli emas, melainkan menjual.
Emas yang dijual itu berupa perhiasan, dan dengan nilai yang lebih tinggi dari nilai beli sebelumnya.
“Perbandingan yang beli dengan jual, lebih banyak yang jual. Mereka jual diatas harga beli, ibaratnya menguntungkan lah,” pungkasnya.
Penulis: Ismail
Editor: Syaiful






