
Tanjungpinang, MR – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berupaya mendorong pelaku ekonomi kreatif dan usaha kecil menengah bangkit di masa pandemi COVID-19.
Ketua Dekranasa Hj Dewi Kumalasari Ansar mengatakan apabila sektor pariwisata di Kepri kembali bergairah, tentu akan memberi dampak bagi membangkitnya ekonomi para pengrajin.
“Kembali dibukanya pintu pariwisata, merupakan bagian dari memulihkan ekonomi di daerah. Seligus meningkatkan ekonomi pengrajin yang terkena dampak pandemi covid19 selama hampir dua tahun ini,” ungkap Dewi Ansar dalam audiensi dengan pengurus Dekranas Pusat di Jakarta, Jumat (8/10/2021).
Dalam audiensi itu, Dewi Ansar dan sejumlah pengurus diterima oleh Wakil Sekertaris Jenderal Dekranas Pusat Ny Sondang Pasaribu. Ikut menyambut dan mendampingi kunjungan Dekranasda Kepri, adalah Disainer dan PIC Destinasi Labuan Bajo Samuel Wattimena dan Ny Mariko Tampi sebagai Desainer dan Kurator Produk Dekranas.
Dewi dan Dekranasda Kepri juga berkunjung dan melihat Pameran Online Rumah Kriya Asri di Gedung Sekertariat Dekranas Pusat-Ampera Jakarta. Rombongan melihat secara langsung berjalannya Pameran Online Produk dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang diselenggarakan Dekranas Pusat.
“Kunjungan kami ini merupakan bagian dari rencana aksi Dekranasda Kepri dalam adaptasi perubahan di era digital. Karena pamaren secara online perlu dilakukan secara baik dan profesional untuk mempromosikan dan memasarkan potensi produk Kepri baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Dewi Ansar.
Dewi Ansar mengatakan dengan PPKM yang levelnya terus membaik, diharapkan kunjungan wisatawan mulai meningkat. Ketika travel bubble dibuka, kata Dewi, Kepri sangat siap menyambutnya. Apalagi untuk distinasi yang sudah ditetapkan pemerintah pusat di Lagoi dan Nongsa.
“Kegiatan kepariwisataan sangat mendukung peningkatan ekonomi daerah, termasuk para pengrajin,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar mengatakan bahwa travel bubble di Provinsi Kepri direncanakan akan mulai dibuka pada bulan Oktober ini.
“Pemerintah Provinsi Kepri bakal segera membuka pintu pariwisata atau travel bubble pada bulan Oktober. Dimana dimulai dengan kawasan pariwisata lagoi dan Nongsa Batam,” ujar Buralimar.
Nantinya, lanjut Buralimar pada pelaksanaan travel bubble ini pun pihaknya akan tetap memastikan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Serta jumlah kunjungan wisatawan pun akan dibatasi agar pelaksanaan travel bubble ini objektif.
“Mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini. Kita harapkan travel bubble ini akan menjadi awal dari bangkitnya pariwisata Kepri saat ini ditengah kondisi pandemi Covid-19,” tutupnya. Bar






