Jakarta, mejaredaksi – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI terus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dunia melalui ajang Business Matching MICE di tiga kota besar di Tiongkok: Guangzhou, Shenzhen, dan Zhuhai.
Kegiatan yang berlangsung pada 16 hingga 20 Juni 2025 ini berhasil menjaring potensi transaksi sebesar 6.204 pax senilai Rp56,5 miliar. Bahkan, transaksi riil untuk tahun 2025 dan 2026 masing-masing mencapai 2.400 pax dan 2.500 pax.
Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menyebut kegiatan ini didukung penuh oleh Konsulat Jenderal RI di Guangzhou.
“Business Matching ini mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan mitra strategis di Tiongkok melalui sesi presentasi, networking, dan business matching langsung,” ujarnya, Senin (30/6/2025).
Menurut Vinsensius, Indonesia memiliki berbagai destinasi MICE unggulan seperti Bali, Jakarta, Batam, dan Bandung, yang menawarkan kombinasi infrastruktur modern, budaya kaya, serta keindahan alam.
Didukung penerbangan langsung dari Tiongkok ke sejumlah kota besar Indonesia, konektivitas pun semakin mudah.
Kerja sama sektor pariwisata antara Indonesia dan Tiongkok juga diperkuat dalam kunjungan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang ke Indonesia pada Mei 2025. Kolaborasi ini mencakup pertukaran bisnis, promosi bersama, dan pembukaan kantor perjalanan resmi.
“Indonesia bukan sekadar tujuan wisata, tetapi mitra strategis dalam penyelenggaraan event global. Kami mengundang para pelaku MICE Tiongkok untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi pilihan,” tegas Vinsensius.
Tahun ini, Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah berbagai event internasional seperti Bali International Air Show, MXGP, Miss Universe Indonesia, hingga Asia-Pacific Mental Health Congress, yang diproyeksikan mendongkrak kunjungan wisatawan dan pemulihan sektor pariwisata nasional.









