
Tanjungpinang – Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul – Rahma (SABAR) memiliki program kemasyarakatan dibidang penanganan pasien yang berobat di luar kota Pinang.
Banyaknya warga Tanjungpinang yang berobat di luar Tanjungpinang seperti Jakarta dan Batam memberi kendala tersendiri bagi pasien maupun keluarga yang menemani pasien.
Berkaitan dengan itu calon wali kota Tanjungpinang, Syahrul, mengatakan jika terpilih nanti berencana akan menyiapkan dua rumah singgah, yakni di Batam dan Jakarta. Syahrul memilih dua kota ini karena berdasarkan data yang dihimpun timnya, pasien dari Tanjungpinang paling banyak dirujuk ke rumah sakit di dua daerah itu.
“Batam dan Jakarta sudah menjadi kota rujukan bagi pasien dari Tanjungpinang, karena fasilitas rumah sakitnya sudah lebih mumpun melayani pasien,” kata Syahrul, Minggu (25/3).
Syahrul mengaku begitu prihatin saat mendengarkan keluhan warga karena dari pengalaman mereka, tidak ada jaminan bagi pasien untuk mendapatkan penanganan langsung di rumah sakit yang dituju.
Beberapa faktornya, bisa saja karena ruangan penuh atau dokternya sedang bertugas menangani pasien di rumah sakit lain, sehingga mereka harus menunggu karena belum mendapat pelayanan di rumah sakit bersangkutan.
“Pasien dan keluarganya terpaksa mencari penginapan dan ini akan menambah beban biaya lagi. Ada yang menunggu berhari-hari bahkan ada yang sampai seminggu karena tergantung kesiapan rumah sakitnya,” kata Syahrul.
Bagi Syahrul, ini keluhan yang sangat serius karena pasien dan keluarganya sangat terbebani hanya untuk menunggu mendapatkan pelayanan di rumah sakit.
Maka, menurut Syahrul, dalam menjawab keluhan itu, harus segera membangun rumah singgah dibeberapa daerah yang sering menjadi tempat rujukan berobat bagi warga Tanjungpinang. Bahkan supaya tidak menambahi biaya pasien, lokasinya juga harus dekat dengan rumah sakit yang sering dijadikan rujukan.

Ketua tim pemenangan SABAR, Ade Angga, mengatakan dalam kunjungannya ke masyarakat, banyak menerima keluhan terkait pentingnya rumah singgah pasien yang harus dimiliki sendiri oleh Pemko Tanjungpinang.
“Kami mencatat itu sebagai permasalahan utama yang perlu diprogramkan untuk SABAR,” kata Ade Angga.
Ade Angga mengatakan memberi bantuan kepada masyarakat tidak boleh tanggung-tanggung apalagi berkaitan kesehatan. Warga Tanjungpinang sejauh ini memang sudah ditanggung untuk pengobatan gratis. Namun penanganan menyembuhkan orang sakit tidak hanya berbicara pengobatan gratis tapi perlu dukungan yang lain seperti halnya rumah singgah pasien.
Ketua DPD Golkar Tanjungpinang ini mengatakan keluhan warga, pasien yang ingin melalukan operasi di rumah sakit Jakarta sering diminta menunggu beberapa hari sebelum dioperasi. Hal itu terjadi karena padatnya pasien operasi sehingga urutan jadwal operasi baru bisa dilakukan beberapa hari ke depan atau seminggu lebih. Menunggu jadwal operasi maka pasien butuh tempat sementara sebelum akhirnya ditangani rumah sakit.
Butuhnya rumah singgah pasien juga ditujukan untuk warga yang belum tuntas melakukan pengobatan sehingga perlu bolak balik ke rumah sakit untuk penanganan kembali. Tentu, kata Ade Angga jika harus bolak balik Jakarta-Pinang dengan jarak waktu dekat sangat merugikan. Untuk itulah rumah singgah pasien sangat dibutuhkan.
Ade Angga mengatakan pernah dalam kunjungan kerja ke RS Embung Fatimah dan RSOB di Batam bertemu dengan pasien yang harus mengeluarkan biaya pribadi Rp700ribu hingga Rp1 juta untuk biaya hotel dan biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari.
Pasien dan keluarga terpaksa menginap di hotel beberapa hari karena menunggu jadwal rumah sakit.
Ade memperkirakan dalam waktu antre saja, pasien bisa mengeluarkan biaya pribadi dari kisaran Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta rupiah.
Jika masyarakat memberikan kesempatan bagi duet Syahrul – Rahma memimpin Tanjungpinang, lima tahun ke depan, hanya melalui program rumah singgah pasien saja, bisa dibayangkan seberapa banyak orang terbantu saat berobat ke Batam dan Jakarta.
“Karena dalam rumah singgah itu, juga akan disiapkan makanan ringan, seperti roti, mie instan, teh dan kopi, yang nanti menempatkan beberapa penjaga yang khusus melayani pasien yang transit sementara di rumah singgah,” kata Ade.
Untuk itu sebut Ade Angga kepada masyarakat Tanjungpinang untuk bijak memilih pemimpin yang memiliki program yang sangat peduli terhadap kemakmuran masyarakatnya, peduli akan kesehatan dan pendidikan masyarakat. “Mari pilih pasangan Sabar,” ajak Ade Angga. (Zu)






