Tanjungpinang, mejaredaksi – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kepulauan Riau membuat gebrakan dengan menanam 2.900 bibit pohon kelapa di seluruh wilayahnya. Inisiatif strategis ini tidak hanya bertujuan mendukung program ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak rehabilitasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk para warga binaan.
Gerakan tanam bibit kelapa ini tersebar di empat lokasi utama: 1.200 bibit di Kota Tanjungpinang, 1.200 bibit di Kota Batam, 350 bibit di Kabupaten Karimun, dan 150 bibit di Dabok Singkep, Kabupaten Lingga.
Uniknya, penanaman tidak hanya dilakukan di lingkungan internal pemasyarakatan, melainkan juga merambah ke area masyarakat sekitar dan lahan pertanian milik warga binaan.
Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kepri, Aris Munandar, menjelaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar aksi penanaman biasa.
“Ini adalah ikhtiar bersama dalam memastikan ketersediaan pangan serta menjaga ekosistem lingkungan,” ujarnya.
Menurut Aris, program ini juga merupakan wujud nyata dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dan 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).
Lebih lanjut, program ini menjadi instrumen efektif untuk memberdayakan warga binaan, melatih mereka agar lebih produktif, mandiri, dan memiliki keterampilan yang berguna di masa depan.
Pohon kelapa dipilih karena nilai manfaatnya yang tinggi, baik bagi alam maupun bagi masyarakat.
Secara nasional, Kementerian Imipas menargetkan penanaman 360.000 bibit pohon kelapa sebagai bagian dari program hilirisasi kelapa.






