
Tanjungpinang, MR – Malam perayaan Cap Go Meh di Tanjungpinang, Minggu (5/2/2023), dimeriahkan berbagai pementasan seni dan budaya tanah air. Sebuah perayaan yang menggambarkan keindahan keberagaman di Kota Gurindam.
Suasana Jalan Merdeka sudah sesak oleh kerumunan warga mulai awal malam. Ribuan orang. Dari berbagai etnis dan usia. Mereka berkerumun di dua titik arena yang memang disiapkan untuk pementasan.

Panggung pementasan menyajikan hiburan oleh penyanyi solo atau group band. Menariknya, meski perayaan Cap Go Meh, lagu-lagu yang dibawakan tidak didominasi musik bernuansa mandarin.
Di pentas yang disemarakkan permainan laser itu silih berganti ditampilkan lagu-lagu dari berbagai daerah. Mulai dari lagu berirama Melayu, juga lagu-lagu Batak. Penyanyi dan group band berbaur dengan warga. Tidak sedikit warga turun ke arena joget.

Terpisah dari panggung, di arena berjarak sekitar seratus meter, di situ disajikan atraksi barongsai dan liong – singa dan naga – yang merupakan simbol suci masyarakat Tionghoa.
Di tempat itu juga ada pertunjukan Reog Ponorogo. Warga terlihat sangat antusias: berdiri membentuk lingkaran. Tidak sedikit yang bahkan sanggup berdiri di atas trotoar.
Selain warga, perayaan Cap Go Meh di Tanjungpinang malam itu juga dihadiri para pejabat setempat. Mulai dari Walikota Rahma, anggota DPRD, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Sebagaimana diketahui, Cap Go Meh adalah akhir dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek.
Cap Go Meh dirayakan tiap tanggal 15 bulan pertama penanggalan Tionghoa atau 2 minggu setelah Tahun Baru Imlek. (Med)












