Tanjungpinang, mejaredaksi – Ratusan warga Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, berkumpul di Lapangan Pamedan, Minggu (29/3/2026), untuk melaksanakan salat istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan setelah lebih dari 30 hari wilayah tersebut dilanda kemarau.
Ibadah tersebut dipimpin oleh Imam Najmuddin, sementara khutbah disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal. Suasana khusyuk terasa saat masyarakat bersama-sama memanjatkan doa di tengah kondisi kekeringan yang semakin dirasakan.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan bahwa salat istisqa menjadi langkah spiritual di tengah krisis air bersih yang melanda ibu kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut.
“Sudah lebih dari satu bulan hujan tidak turun. Kondisi ini berdampak langsung pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi diri dan memperbanyak doa agar kondisi tersebut segera membaik.
“Melalui doa dan taubat, kita berharap segala kesalahan diampuni dan kota ini kembali diberkahi hujan,” tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus melakukan langkah konkret untuk mengatasi krisis air. Armada distribusi air bersih dikerahkan setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga dini hari guna menjangkau wilayah terdampak.
Pemko Tanjungpinang juga menginstruksikan pihak kelurahan untuk berkolaborasi dengan masyarakat, termasuk memanfaatkan kendaraan pribadi seperti mobil pickup untuk membantu distribusi air bersih.






