Tanjungpinang, mejaredaksi – Koarmada I memastikan proses hukum terkait meninggalnya seorang prajurit KRI Kujang berinisial Serda AA berjalan secara terbuka dan profesional. Peristiwa tersebut terjadi pada 27 Februari 2026 dan kini tengah dalam pendalaman oleh aparat berwenang.
Kepala Dinas Penerangan Koarmada I, Letkol (P) Ary Mahayasa, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya prajurit tersebut.
“Kami turut prihatin dan berbelasungkawa kepada keluarga almarhum. Semoga keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Letkol Ary dalam keterangan resmi, Senin (2/3/2026).
Ia membenarkan adanya kejadian tersebut dan menegaskan bahwa proses penyelidikan sedang berlangsung. Saat ini, pendalaman terhadap sejumlah saksi dilakukan oleh Denpomal Lanal Bintan guna mengungkap secara jelas kronologi dan fakta di lapangan.
Menurut Ary, seluruh tahapan hukum dijalankan sesuai prosedur yang berlaku di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Mengacu arahan pimpinan TNI Angkatan Laut, proses hukum dipastikan berlangsung transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
“Proses ini akan kami sampaikan secara terbuka. Jika nantinya ada pihak yang terbukti bersalah, akan diberikan sanksi dan hukuman seberat-beratnya sesuai perbuatan yang dilakukan,” tegasnya.
Komitmen tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan integritas institusi.
Jenazah Dimakamkan Secara Militer di Padang
Dari sisi penanganan jenazah, Koarmada I telah memfasilitasi pemulangan almarhum ke kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat. Prosesi pemakaman dilaksanakan secara khidmat dengan tata upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada prajurit.
Selain itu, keluarga almarhum juga telah menerima santunan. Hak-hak almarhum sebagai prajurit TNI AL dipastikan segera diselesaikan dan disalurkan kepada keluarga.
Koarmada I menegaskan komitmennya untuk mengawal proses hukum hingga tuntas, sekaligus memastikan hak keluarga terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kematian prajurit TNi AL terjadi saat mengikuti kegiatan orientasi. Korban diduga dianiya seniornya dan megalami luka lebam dibagian punggung bawah dan bokong.






