Kemilau Nusantara di Tepi Laut Tanjungpinang, Jadi Ruang Bahagia Masyarakat

Tanjungpinang,Mejaredaksi – Kawasan Tepi Laut Tanjungpinang kembali menjadi magnet bagi masyarakat untuk menghabiskan akhir pekan.

Pantauan mejaredaksi, sejak sore, Sabtu (13/6/2026), ratusan warga tampak memadati area di sekitar Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri hingga Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Kehadiran Parade Seni dan Budaya Kemilau Nusantara Kepri 2026 menambah semarak suasana.

Beragam penampilan budaya, pakaian adat dari berbagai daerah, atraksi drum band, hingga replika naga menjadi hiburan bagi pengunjung yang memadati kawasan tersebut.

Dua perempuan melihat pemadangan kapal yang selesai berlabuh di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, foto: Dhani

Mala, salah seorang pengunjung, mengaku sengaja menghabiskan sore bersama keluarganya di Tepi Laut. Menurutnya, suasana yang ramai membuat waktu bersantai terasa lebih menyenangkan.

“Kami duduk santai di sini sambil melihat parade budaya. Senang melihat Tepi Laut ramai dan masyarakat tampak antusias menikmati acaranya,” ujarnya.

Ratusan masyarakat Tanjungpinang menikmati sore hari di Tepi Laut, foto; Dhani

Di sudut lain, Indra, seorang mahasiswa di Tanjungpinang, memilih menikmati sore bersama pasangannya. Baginya, Tepi Laut menawarkan suasana yang sulit ditemukan di tempat lain.

“Kami jalan-jalan santai sambil berfoto. Ditambah pemandangan kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Sri Bintan Pura, suasananya terasa tenang dan nyaman,” katanya.

Sementara itu, Sukma dan temannya, Dinda, sengaja singgah ke Tepi Laut setelah mengikuti kegiatan di Kabupaten Bintan. Mereka memilih duduk santai di tepi laut untuk menghilangkan penat.

“Habis ada kegiatan di Bintan, kami ke sini untuk melepas lelah. Duduk di Tepi Laut sambil menikmati suasana sore memang bikin pikiran lebih segar,” kata Sukma.

Tampak puluhan masyarakat setempat duduk diberbagai lokasi di Kawasan Tepi Laut menikmati sore hari, foto; Dhani

Keramaian di Tepi Laut juga membawa berkah bagi pedagang. Rasta, pelajar SMA 1 Tanjungpinang yang berjualan minuman kopi kemasan di kawasan tersebut, mengaku penjualannya meningkat saat pengunjung memadati lokasi.

“Kalau ada acara dan pengunjung ramai, penjualan biasanya cepat habis. Dalam sehari bisa menjual puluhan botol,” sebutnya.

Bagi masyarakat Tanjungpinang, Tepi Laut bukan sekadar ruang terbuka untuk jogging, bersepeda, atau menikmati pemandangan laut.

Kawasan ini telah menjadi tempat bertemunya warga, berbagi cerita, dan menikmati denyut kehidupan kota setiap akhir pekan.