Jakarta, mejaredaksi – Kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas didorong menjadi bagian dari budaya kerja yang inklusif. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta perusahaan tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga memastikan dunia kerja dapat diakses secara lebih luas.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, mengatakan aspek inklusivitas perlu mendapat perhatian lebih dalam pembangunan lingkungan kerja yang produktif, adaptif dan kondusif.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker pada Penganugerahan Stellar Workplace Award 2026 di Jakarta, Selasa (08/9/2026).
Menurutnya, praktik baik yang telah diterapkan perusahaan penerima penghargaan perlu dibagikan kepada perusahaan lain. Salah satu aspek yang dinilai penting untuk terus dikembangkan adalah penciptaan lingkungan kerja yang memberikan kesempatan secara inklusif.
Ia mengusulkan agar penghargaan lingkungan kerja ke depan memberikan perhatian terhadap upaya perusahaan dalam membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penerapan budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian perusahaan, tetapi juga memberikan ruang bagi keberagaman tenaga kerja.
Ia menilai lingkungan kerja yang baik juga harus mampu membangun keterikatan antara pekerja dan perusahaan (employee engagement). Keterikatan tersebut diharapkan berkembang menjadi budaya yang kuat di tempat kerja.
“Karena itu, pembangunan lingkungan kerja perlu diikuti dengan penguatan keterikatan antara pekerja dan perusahaan sebagai bagian dari budaya di tempat kerja,” katanya.
Ia mengatakan perusahaan yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang baik memiliki fondasi lebih kuat untuk berkembang menjadi perusahaan yang produktif, inovatif, berkelanjutan dan kompetitif.
Karena itu, pengalaman perusahaan yang telah menerapkan praktik kerja baik diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian maupun penghargaan. Praktik tersebut perlu ditularkan agar semakin banyak perusahaan membangun lingkungan kerja yang inklusif.
Selain mendorong sektor swasta, Cris juga mengusulkan agar sektor publik turut mendapat perhatian dalam penghargaan lingkungan kerja. Menurutnya, instansi pemerintah juga memiliki tantangan yang sama dalam membangun keterikatan antara pekerja dan pemberi kerja sebagai bagian dari budaya organisasi.






