Batam,mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) membuka peluang lebih luas bagi Singapura untuk memperkuat investasi dan kerja sama di sektor digital melalui keberadaan Nongsa Digital Park (NDP) di Batam.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan sektor digital menjadi salah satu peluang strategis yang dapat dikembangkan dalam hubungan kerja sama antara Kepri dan Singapura.
Hal itu disampaikan Nyanyang saat menghadiri Resepsi Hari Kebangsaan Singapura ke-61 Tahun di, Radisson Hotel Batam, Kamis (03/9/2026).
Menurutnya, posisi geografis Batam yang berdekatan dengan Singapura menjadi modal penting untuk memperluas hubungan ekonomi, termasuk membuka peluang investasi di bidang teknologi dan digital.
“Selaku pemerintah, kami tetap membuka peluang-peluang kerja sama dan investasi antar kedua negara, khususnya sektor digital yang sedang berkembang saat ini,” katanya.
Ia menyebut Nongsa Digital Park dapat menjadi salah satu penghubung dalam pengembangan ekosistem digital antara Indonesia dan Singapura.
Kawasan tersebut dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong pertumbuhan industri digital sekaligus memperkuat Batam dan Kepri sebagai salah satu pintu masuk investasi teknologi di kawasan Asia.
“Salah satunya melalui kehadiran Nongsa Digital Park, diharapkan dapat mewujudkan Indonesia: The Digital Energy of Asia, tentunya dengan kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya.
Ia menilai hubungan Kepri dan Singapura tidak cukup hanya dibangun melalui kedekatan geografis. Kerja sama yang telah berlangsung lama perlu diperluas agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi kedua wilayah.
“Kota Batam merupakan salah satu wilayah di Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura. Kedekatan geografis ini berimbas pula pada kedekatan hubungan bilateral antar kedua negara,” ucapnya.
Ia juga mendorong keterlibatan lebih besar dari sektor swasta, investor, dan pelaku usaha dalam memperkuat hubungan ekonomi Kepri-Singapura.
“Hubungan Batam dan Singapura yang sudah terjalin sejak lama ini perlu untuk ditingkatkan mengingat posisi keduanya yang saling membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Nyanyang, kolaborasi tersebut tidak hanya terbatas pada hubungan antarpemerintah, tetapi juga harus membuka ruang bagi dunia usaha untuk mengembangkan investasi dan kerja sama lintas sektor.
Pemprov Kepri berharap penguatan hubungan dengan Singapura, khususnya di sektor digital, dapat mendorong investasi sekaligus menciptakan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.






