Tanjungpinang, mejaredaksi – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik menyusul kekurangan sekitar 1.500 guru di tingkat SMA, SMK, dan SLB di seluruh wilayah Kepri.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengatakan peningkatan jumlah lulusan SMP mencapai 33.000 setiap tahun menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kebutuhan tenaga pengajar, khususnya di daerah dengan pertumbuhan penduduk tinggi seperti Kota Batam.
“Kami terus terang saja dibilang kurang iya, lebih kurang 1.500 guru. Untuk itu kita petakan per satuan pendidikan dan mata pelajaran,” ujarnya.
Menurutnya, pemetaan dilakukan agar distribusi guru dapat berjalan tepat sasaran dan sekolah yang mengalami kekurangan tenaga pengajar segera terpenuhi.
“Sehingga pemetaan ini penting agar distribusi guru tepat sasaran,” katanya.
Ia juga menjelaskan, pemerintah kini memiliki dasar hukum yang jelas untuk kembali mempekerjakan guru non ASN melalui Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7.
Kebijakan tersebut menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan guru di sekolah-sekolah.
“Saat ini sudah ada legalitasnya, itulah yang menjadi dasar kami untuk mempekerjakan kembali para guru tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, bagi guru non ASN yang telah memiliki sertifikasi pendidik, pembayaran gaji nantinya akan ditanggung pemerintah pusat sesuai ketentuan yang berlaku.
“Data hasil pemetaan kebutuhan guru tersebut selanjutnya akan diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri guna proses redistribusi tenaga pendidik,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyampaikan bahwa kebutuhan guru telah dianalisis di masing-masing sekolah, seiring bertambahnya jumlah satuan pendidikan baru setiap tahun.1
“Guru memang sudah kita analisis di masing-masing sekolah yang harus kita butuhkan. Selain itu, setiap tahun ada penambahan sekolah baru yang jumlahnya cukup banyak,” katanya, Senin (04/5/2026).







